
NusamandiriNews — Di tengah derasnya arus transformasi digital, mengelola keuangan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Bagi saya, literasi keuangan telah menjadi kompetensi hidup yang wajib dimiliki setiap mahasiswa. Ironisnya, justru di era ketika akses terhadap layanan keuangan semakin mudah, banyak generasi muda yang semakin rentan terjebak dalam perilaku konsumtif.
Hari ini, hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel, siapa pun dapat berbelanja, memesan makanan, membayar tagihan, hingga mengakses fasilitas buy now pay later (BNPL). Kemudahan ini memang menghadirkan efisiensi, tetapi juga membawa risiko yang tidak kecil. Keinginan sering kali menyamar sebagai kebutuhan, sementara promosi dan diskon membuat banyak orang kehilangan kendali atas pengeluaran mereka.
Baca juga:Lulus Kuliah Bawa Pengalaman Kerja? Ini Jurus FEB UNM Cetak Talenta Siap Industri
Mulai Cerdas Kelola Uang!
Saya meyakini bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan sekadar bagaimana memperoleh penghasilan, melainkan bagaimana mengelola penghasilan tersebut secara bijak. Financial planning bukan hanya milik para profesional atau pebisnis. Kebiasaan itu harus dibangun sejak masih duduk di bangku kuliah.
Mahasiswa adalah calon pemimpin, profesional, sekaligus entrepreneur masa depan. Mereka akan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, sekaligus lingkungan ekonomi yang terus berubah akibat perkembangan teknologi digital. Tanpa kemampuan mengelola keuangan, pendapatan sebesar apa pun tidak akan pernah cukup.
Karena itu, saya selalu mendorong mahasiswa untuk membangun disiplin finansial melalui langkah-langkah sederhana. Membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, menyisihkan sebagian uang untuk tabungan dan dana darurat, serta menghindari utang konsumtif merupakan kebiasaan yang terlihat sederhana, tetapi memberikan dampak luar biasa bagi masa depan.
Di era digital, mahasiswa juga perlu memanfaatkan teknologi secara bijak. Berbagai aplikasi pencatat keuangan dapat membantu memonitor arus kas sehingga setiap pengeluaran dapat dievaluasi secara objektif. Dari sana, mahasiswa akan belajar menentukan prioritas, mengendalikan gaya hidup, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Selain itu, saya mendorong generasi muda untuk mulai mengenal investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi bagian dari proses membangun masa depan yang lebih terencana. Pemahaman mengenai teknologi finansial (financial technology) juga menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu mengambil keputusan yang cerdas di tengah pesatnya inovasi sektor keuangan.
Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM), Kampus Digital Bisnis, kami memandang literasi keuangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik mengenai manajemen dan bisnis, tetapi juga dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri digital.
Program Studi Manajemen dan Program Studi Bisnis Digital dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu memahami dinamika ekonomi digital, memiliki kemampuan kewirausahaan, menguasai pengelolaan bisnis modern, serta mampu mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab. Pembelajaran diperkaya dengan kolaborasi bersama dunia industri, praktisi profesional, serta berbagai kegiatan yang mendorong mahasiswa memiliki pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.
Saya percaya bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuannya mengelola setiap kesempatan dan sumber daya yang dimiliki. Kebiasaan mencatat pengeluaran, menabung, mengendalikan konsumsi, hingga berinvestasi merupakan fondasi penting yang akan menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan.
Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kecerdasan finansial sejak dini. Sebab, masa depan bukan dimenangkan oleh mereka yang paling banyak membelanjakan uang, melainkan oleh mereka yang paling bijak mengelolanya.
Baca juga:Lulus Kuliah Tak Lagi Minim Pengalaman, FEB UNM Andalkan IEP 3+1
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang manajemen, bisnis digital, kewirausahaan, dan ekonomi digital bersama Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, informasi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id.
Informasi lengkap mengenai program studi, fasilitas, serta berbagai kegiatan akademik dapat diakses melalui https://nusamandiri.ac.id/. Mari membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari satu keputusan sederhana: menjadi generasi yang cerdas mengelola keuangan.
Penulis: Dr. Ida Zuniarti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri








