
NusamandiriNews — Salah satu ironi terbesar dalam dunia pendidikan tinggi saat ini adalah masih banyak lulusan yang baru mulai mempersiapkan karier setelah wisuda. Padahal, ketika memasuki proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya bertanya, “Apa gelar Anda?”, tetapi juga, “Apa pengalaman yang Anda miliki?”
Di tengah perubahan dunia kerja yang dipengaruhi digitalisasi dan Artificial Intelligence (AI), pengalaman menjadi mata uang baru yang sangat bernilai. Gelar akademik tetap penting, tetapi tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan. Dunia industri kini membutuhkan talenta yang mampu bekerja, beradaptasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan nyata sejak hari pertama mereka bergabung.
Baca juga:UNM Gandeng Bank Syariah Indonesia, Buka Peluang Magang IEP 3+1 untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Jangan Tunggu Lulus
Karena itu, saya memandang kehadiran Program MagangHub Angkatan II Batch 1 yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi. Program ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin serius membangun jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui pengalaman belajar yang berbasis praktik.
Program MagangHub bukan sekadar menyediakan tempat magang. Lebih dari itu, program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memahami budaya kerja profesional, meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri, serta memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah menyelesaikan masa magang. Ini merupakan nilai tambah yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Saya percaya bahwa pengalaman magang memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar mengisi kolom riwayat hidup. Magang membentuk pola pikir profesional, melatih komunikasi, membangun disiplin, memperkuat kemampuan bekerja dalam tim, sekaligus mengajarkan bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia nyata.
Perusahaan saat ini tidak lagi mencari kandidat yang hanya mampu menjawab soal ujian. Mereka mencari individu yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memahami teknologi, memiliki inisiatif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan bisnis.
Inilah sebabnya mengapa mahasiswa tidak boleh menunggu lulus untuk mulai membangun karier. Persiapan harus dimulai sejak semester awal melalui berbagai pengalaman yang dapat memperkaya kompetensi mereka.
Mahasiswa perlu aktif mengikuti program magang, pelatihan kompetensi, sertifikasi profesi, organisasi kemahasiswaan, kompetisi, proyek kolaboratif, hingga membangun portofolio digital yang mencerminkan kemampuan mereka. Semua pengalaman tersebut akan menjadi pembeda ketika mereka bersaing dengan ribuan pelamar lainnya.
Di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, kami meyakini bahwa pendidikan tinggi harus menghasilkan lulusan yang siap berkarya, bukan sekadar siap diwisuda. Karena itu, pengembangan karier tidak ditempatkan sebagai layanan tambahan, melainkan menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Melalui Nusa Mandiri Career Center (NCC), kami terus menghadirkan berbagai program yang mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional. Mulai dari Internship Experience Program (IEP), campus hiring, seminar karier, pelatihan penyusunan curriculum vitae (CV), simulasi wawancara kerja, sertifikasi kompetensi, hingga kolaborasi dengan perusahaan nasional, multinasional, dan instansi pemerintah.
Bagi kami, peran pusat karier tidak berhenti pada penyampaian informasi lowongan pekerjaan. Kami ingin menjadi mitra mahasiswa dalam merancang perjalanan karier sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Semakin awal mahasiswa memahami arah kariernya, semakin besar peluang mereka untuk membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Saya juga meyakini bahwa keberhasilan menciptakan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha harus berjalan beriringan. Kolaborasi yang kuat akan menghasilkan ekosistem yang mampu mempercepat lahirnya talenta-talenta profesional yang siap menghadapi tantangan global.
Program MagangHub menjadi contoh nyata bagaimana sinergi tersebut dapat memberikan manfaat yang luas, baik bagi peserta, perusahaan, maupun pembangunan ketenagakerjaan nasional. Semoga semakin banyak program serupa yang membuka akses lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja yang berkualitas.
Pada akhirnya, saya ingin mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap masa kuliah. Jangan jadikan kampus hanya sebagai tempat mengejar nilai dan gelar. Jadikan masa kuliah sebagai periode terbaik untuk membangun pengalaman, memperluas jejaring profesional, mengasah kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
Karena di era ekonomi digital, bukan mereka yang paling lama belajar yang akan unggul, melainkan mereka yang paling siap belajar, beradaptasi, dan membuktikan kompetensinya melalui pengalaman nyata.
Bagi Anda yang ingin mempersiapkan karier sejak di bangku kuliah bersama Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, informasi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi lengkap mengenai program studi, layanan karier, dan berbagai program unggulan Universitas Nusa Mandiri dapat diakses melalui https://nusamandiri.ac.id/.
Penulis: Muhammad Faisal, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC) Universitas Nusa Mandiri








