Magang di Industri Robotik

NusamandiriNews, Jakarta – Pengalaman profesional menjadi salah satu faktor penting bagi mahasiswa sebelum memasuki karier. Tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, mahasiswa kini dituntut memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, serta pengalaman menghadapi persoalan nyata di dunia industri.

Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh tiga tahun pembelajaran akademik di kampus dan satu tahun pengalaman magang profesional di perusahaan mitra.

Baca juga:IEP 3+1 UNM Buka Jalan ke Dunia Profesional, Mahasiswa Magang di Kementerian Koperasi

Magang di Industri Robotik

Salah satu mahasiswa, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Prita Laura, sudah merasakan manfaat program ini. Prita berhasil mendapatkan kesempatan magang di PT Racer Robot Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi robotik dan edukasi digital.

Prita dipercaya menjalankan beberapa peran, mulai dari Pictoblox Junior (Coding), Artificial Intelligence (AI), hingga Admin. Ia terlibat dalam pengembangan game edukasi berbasis AI untuk siswa tingkat TK dan SD, sekaligus membantu pengelolaan administrasi serta pengolahan data perusahaan.

Pengalaman Prita, menjadi kesempatan berharga untuk menghubungkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dengan kebutuhan industri secara langsung.

“Motivasi saya mengikuti IEP 3+1, untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata dan memahami bagaimana kompetensi Sistem Informasi dapat diterapkan dalam lingkungan profesional. Melalui pengalaman ini saya belajar banyak hal, mulai dari pengembangan teknologi, komunikasi, hingga bagaimana bekerja secara profesional dalam sebuah tim,” ujar Prita.

Ia menjelaskan, kesempatan magang tersebut bermula dari workshop yang diselenggarakan PT Racer Robot Indonesia bersama Universitas Nusa Mandiri. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, ia mengikuti proses seleksi administrasi dan wawancara hingga akhirnya dinyatakan diterima sebagai peserta magang.

Menurut Prita, pembelajaran selama kuliah turut membantu dirinya menjalankan tugas di perusahaan, terutama materi pada mata kuliah Dasar Pemrograman dan Logika Algoritma yang berkaitan dengan pengembangan program menggunakan perangkat lunak Pictoblox.

“Pengalaman organisasi di kampus dan keinginan untuk terus belajar menjadi bekal penting bagi saya. Mahasiswa perlu berani mengambil kesempatan, karena pengalaman kecil yang dijalani hari ini bisa menjadi bekal besar untuk masa depan,” katanya.

Pada kesempatan lain, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, mengatakan IEP 3+1 menjadi salah satu upaya Universitas Nusa Mandiri dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mampu memahami budaya kerja dan tantangan profesional.

“IEP 3+1 dirancang agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman profesional sebelum lulus. Melalui pendampingan Nusa Mandiri Career Center, mahasiswa mendapatkan pembekalan karier, bantuan penyusunan CV, simulasi wawancara, hingga akses ke berbagai perusahaan mitra,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (10/8).

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi bagian penting dalam menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan zaman.

“Ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di industri, mereka tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, memberikan apresiasi atas capaian Prita yang mampu memanfaatkan Program IEP untuk mengembangkan kompetensinya di perusahaan teknologi.

“Kami mengapresiasi keberhasilan Prita Laura yang mampu membawa kompetensi Sistem Informasi ke lingkungan industri teknologi. Pengalaman magang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi di dunia profesional,” ungkapnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap lulusan Sistem Informasi semakin meningkat. Tidak hanya di perusahaan teknologi, tetapi juga di berbagai sektor yang membutuhkan pengelolaan data, pengembangan sistem, serta transformasi digital.

“Pengalaman industri menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan persoalan nyata,” tambahnya.

Melalui IEP 3+1, mahasiswa mendapatkan ruang mengembangkan kompetensi melalui pengalaman langsung di perusahaan mitra nasional maupun multinasional. Program ini menjadi bagian dari upaya UNM mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri digital.

Baca juga:Jangan Tunggu Lulus! Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Magang agar Siap Kerja

Kisah Prita Laura menjadi contoh pengalaman belajar mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Dukungan pendidikan berbasis industri, mahasiswa punya peluang untuk mengembangkan kemampuan, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan karier sejak masih menempuh pendidikan tinggi.

Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri, informasi dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi lengkap mengenai Universitas Nusa Mandiri dapat diakses melalui website resmi https://nusamandiri.ac.id/. Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri membuka kesempatan generasi muda untuk membangun kompetensi dan meraih masa depan melalui pendidikan tinggi yang terhubung dengan kebutuhan dunia industri.