Uji Respon Pasar

NusamandiriNews, Depok – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) EcoCandle dari Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) menggelar uji pasar di kawasan Car Free Day (CFD) Depok, Jawa Barat, pada Minggu (20/9). Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis mendukung kegiatan ini untuk mengenalkan inovasi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah sekaligus menjaring umpan balik konsumen secara langsung.

Tim EcoCandle yang diketuai oleh Nabila Putri Aulia bersama anggotanya, Aliyah Dwi Puspita, Nurrohmah Wati, dan Athirah Arumi, memajang produk olahan limbah rumah tangga tersebut di hadapan para pengunjung CFD. Selain mengusung aspek keberlanjutan lingkungan, produk lilin aromaterapi ini dirancang dengan sentuhan estetika agar menarik daya beli masyarakat.

Baca juga:Olahan Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Tim EcoCandle.an UNM Lolos Tahap PKP2

Uji Respon Pasar

Ketua Tim PKM-K EcoCandle, Nabila Putri Aulia, menyampaikan bahwa interaksi lapangan ini menjadi sarana belajar yang penting dalam memahami dinamika pasar.

“Kegiatan di CFD menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan EcoCandle.an secara langsung kepada masyarakat sekaligus mendengarkan respons mereka. Kami mendapatkan berbagai masukan mulai dari tampilan, aroma, hingga ketertarikan terhadap konsep pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan evaluasi produk,” kata Nabila.

Ketua Prodi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, serta Dosen Pendamping, Johan Hendri Prasetyo, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang berani menguji ide bisnisnya di luar ruang kelas.

Baca juga:Tim NutriScan UNM Siap Berlaga di Grand Finale YESIST12 2026

Menurut Lia Mazia, Ketua Prodi Bisnis digital UNM, melalui uji riset lapangan ini, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mencetak wirausahawan muda yang adaptif dan inovatif.

“Masukan dari masyarakat pengunjung CFD Depok akan digunakan oleh tim untuk menyempurnakan kualitas produk serta strategi pemasaran menuju komersialisasi secara berkelanjutan,” ungkapnya.