
NusamandiriNews, Jakarta – Perjalanan 25 tahun Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis tidak hanya ditandai dengan bertambahnya usia institusi, tetapi juga semakin lengkapnya jenjang pendidikan yang tersedia bagi masyarakat. Salah satu langkah penting dalam perjalanan tersebut adalah hadirnya Program Studi Informatika jenjang doktoral yang melengkapi pendidikan Informatika UNM dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberadaan Program Studi Informatika jenjang S3 merupakan hasil dari proses panjang dan persiapan yang dilakukan secara serius oleh universitas hingga akhirnya memperoleh kepercayaan dari pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan doktoral.
Baca juga:Prodi Sains Data UNM Raih Akreditasi Unggul, Siapkan Talenta Data Masa Depan
25 Tahun UNM Lengkapi Ekosistem Informatika
“Lagi-lagi rasa syukur yang luar biasa bahwa dalam perjalanan usia 25 tahun ini, di Universitas Nusa Mandiri memiliki prodi terutama untuk Informatika dari S1, S2, dan S3,” ujar Prof. Dwiza dalam keterangan rilisnya yang diterima pada Selasa (11/8).
Ia menjelaskan, mendirikan program doktoral bukanlah proses yang sederhana. UNM harus melalui berbagai tahapan dan prosedur pendirian yang harus dipenuhi sebelum mendapatkan izin untuk menyelenggarakan Program Studi Informatika jenjang doktoral.
“Keberadaan Program Doktoral ini, kami juga mempersiapkannya tidak mudah. Kami melalui proses yang luar biasa, prosedural untuk pendirian program Doktor itu dilalui dengan baik. Sehingga kami mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menyelenggarakan Program Studi Doktoral Informatika di Universitas Nusa Mandiri,” jelasnya.
Hadirnya program doktoral tersebut sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan Informatika di UNM. Dengan tersedianya jenjang S1, S2, hingga S3, mahasiswa dan profesional memiliki ruang untuk melanjutkan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan karier masing-masing.
Lebih dari sekadar melengkapi jenjang pendidikan, Prof. Dwiza menegaskan bahwa Program Doktor Informatika UNM memiliki visi untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi dosen maupun praktisi yang ingin memperdalam keilmuan di bidang teknologi informasi. Secara khusus, program ini memiliki kompetensi pada bidang Computer Vision dan Biomedical Informatics.
“Mimpi kami, terutama UNM, adalah menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi para dosen, praktisi, yang memang berminat untuk memahami, untuk mendalami terkait dengan Computer Vision, kemudian Biomedical Informatics yang menjadi kompetensi di Program Doktoral,” ungkap Prof. Dwiza.
Menurutnya pendidikan doktoral dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan karier seseorang. Bagi dosen, pendidikan S3 dapat menjadi salah satu tahapan untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus menunjang perjalanan menuju jenjang karier tertinggi sebagai Guru Besar dan Profesor.
“Bagi mereka yang memang berkeinginan untuk meraih gelar S3, entah kalau ia dosen nantinya juga menunjang karirnya, puncak karir seorang dosen yaitu Guru Besar dan Profesor,” tuturnya.
Sementara bagi kalangan praktisi, pendidikan doktoral diharapkan tidak hanya memberikan gelar akademik. Proses pendidikan yang dijalani dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai tantangan profesional.
Prof. Dwiza melihat pendidikan doktoral sebagai ruang untuk mempertemukan kedalaman ilmu dengan pengalaman praktis. Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih kuat bagi para profesional ketika menjalankan perannya, baik sebagai pemimpin perusahaan maupun sebagai tenaga ahli di bidang masing-masing.
Keberadaan Program Studi Informatika dari jenjang S1, S2, hingga S3 menjadi bagian dari komitmen UNM untuk menghadirkan pilihan pendidikan yang semakin lengkap. Bagi Prof. Dwiza, kelengkapan tersebut bukan semata-mata tentang memperluas program studi, tetapi merupakan bagian dari niat besar untuk menyediakan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Jadi kalau ditanya bagaimana UNM ini menyediakan program studi yang lengkap, ini semata-mata adalah sesuai dengan niat dari yayasan. Kami berkeinginan untuk menyediakan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.
Memasuki usia ke-25, Universitas Nusa Mandiri ingin terus menjadi ruang bagi mereka yang memiliki mimpi untuk berkembang melalui pendidikan. Sebab, bagi Prof. Dwiza, setiap orang yang datang ke UNM dengan mimpi yang baik memiliki peluang untuk mengubah mimpi tersebut menjadi sesuatu yang lebih besar.
Baca juga:Bukan Hadiah, Predikat Unggul UNM Lahir dari 25 Tahun Perjalanan dan Perbaikan
“Kami percaya bahwa siapapun yang masuk di UNM yang memiliki mimpi yang baik, mimpi yang luar biasa, pasti akan bisa diubah menjadi prestasi bagi diri sendiri maupun bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Program Studi Informatika jenjang doktoral, perjalanan 25 tahun Universitas Nusa Mandiri memasuki babak baru. Dari ruang kelas sarjana hingga riset doktoral, UNM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengantarkan seseorang meraih gelar, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya keahlian, inovasi, dan prestasi yang dapat memberi manfaat lebih luas bagi bangsa dan negara.








