
NusamandiriNews, Jakarta – Tim Artholic Studio Universitas Nusa Mandiri (UNM) berhasil mempresentasikan laporan kemajuan dalam Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (PKP-P2MW) 2026, Rabu (26/8). Presentasi berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan menjadi bagian penting dari evaluasi perkembangan usaha mahasiswa penerima pendanaan P2MW.
Dalam presentasi tersebut, Artholic Studio memaparkan perkembangan bisnis mulai dari pengembangan produk, validasi konsumen dan pasar, strategi pemasaran hingga capaian penjualan.
Baca juga:Artholic Studio UNM Siap Tunjukkan Kemajuan Bisnis di PKP-P2MW 2026
Artholic Studio Tembus Tahap Evaluasi P2MW 2026
Artholic Studio merupakan usaha mahasiswa UNM yang bergerak di bidang dekorasi dinding berbasis kayu dan MDF dengan konsep kreatif dan custom. Produk yang dikembangkan antara lain graduation frame, wall art, dekorasi pintu, serta produk dekoratif personal sesuai kebutuhan konsumen.
Salah satu capaian yang dipaparkan adalah proses validasi pasar. Tim mencatat 17 inquiry, terdiri dari 15 melalui WhatsApp dan dua melalui Instagram. Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah menjadi konsumen aktual, sedangkan 10 lainnya masuk kategori konsumen potensial.
Untuk memperluas pasar, Artholic Studio memanfaatkan Instagram, Shopee, direct selling, penjualan offline, dan sistem pre-order. Konsep custom design dan custom text menjadi salah satu keunggulan produk untuk memberikan pengalaman yang lebih personal kepada konsumen.
Namun, proses evaluasi juga menghadirkan sejumlah catatan dari tim juri. Artholic Studio didorong untuk meningkatkan kompetensi hard skill karena pengembangan yang dilakukan selama ini dinilai lebih banyak pada aspek soft skill. Tim juga diminta memperluas penjualan ke konsumen di luar circle atau lingkungan terdekat agar pertumbuhan bisnis tidak bergantung pada keluarga, teman, maupun lingkungan kampus.
Ketua Tim Artholic Studio, Syafa Nabila Puteri Syam, mengatakan masukan tersebut menjadi evaluasi penting untuk mengembangkan bisnis secara lebih objektif.
“Masukan dari juri menjadi evaluasi penting bagi kami. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan kompetensi teknis atau hard skill sekaligus memperluas pemasaran agar penjualan Artholic Studio tidak hanya berasal dari lingkungan terdekat, tetapi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujar Syafa.
Sementara itu, Johan Hendri Prasetyo, Dosen Pendamping Artholic Studio, menilai tahapan PKP-P2MW memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan perkembangan bisnis yang telah dijalankan.
“Evaluasi dari juri menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kewirausahaan mahasiswa. Masukan mengenai peningkatan hard skill dan perluasan pasar akan menjadi dasar bagi tim untuk melakukan perbaikan dan pengembangan usaha secara lebih terarah,” jelas Johan.
Pada kesempatan lain, Fitra Septia Nugraha, Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC), turut mengapresiasi kesiapan Artholic Studio mengikuti tahapan evaluasi P2MW 2026.
“Kami mengapresiasi kesiapan Artholic Studio dalam mempresentasikan laporan kemajuan dan menerima berbagai masukan dari juri. Justru melalui proses evaluasi seperti ini mahasiswa dapat mengetahui aspek mana yang harus diperkuat, khususnya dalam meningkatkan hard skill dan memperluas pasar di luar circle mereka,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (27/8).
Menurut Fitra, masukan dari juri dapat menjadi pijakan bagi tim untuk melakukan perbaikan sebelum melanjutkan tahapan berikutnya dalam program P2MW 2026.
“Keikutsertaan Artholic Studio dalam PKP-P2MW 2026 menunjukkan bagaimana mahasiswa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis didorong untuk tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga berani membangun usaha, membaca pasar, menguji produk, menerima evaluasi, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata,” tegasnya.
Baca juga:Artholic Studio UNM Uji Pasar Lewat Direct Marketing, Produk Custom Makin Tepat Sasaran
Melalui pendampingan dan ekosistem kewirausahaan kampus, jelasnya, UNM terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis menjadi usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Artholic Studio menjadi salah satu contoh bahwa ruang kuliah dapat menjadi titik awal lahirnya wirausaha muda yang berani menguji ide di pasar.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi digital, bisnis, dan kewirausahaan, informasi dan pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi resmi kampus dapat diakses melalui https://nusamandiri.ac.id/








