UNM Kembangkan GIVisNet

NusamandiriNews, Jakarta – Dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengembangkan GIVisNet, inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diarahkan untuk membantu proses deteksi dini kelainan gastrointestinal.

Pengembangan GIVisNet merupakan bagian dari hibah penelitian tahun anggaran 2026 Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Riset ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi yang berpotensi memberikan manfaat bagi bidang kesehatan.

Baca juga: UNM Raih Hibah PKM 2026, Siap Digitalisasi Komunitas Pengepul Perikanan Muara Gembong

UNM Kembangkan GIVisNet

Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, tim menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Asyana Hotel Kemayoran, Jakarta, Senin (24/8). FGD menjadi forum untuk memperoleh masukan, mengevaluasi arah penelitian, sekaligus menyelaraskan berbagai aspek dalam pengembangan GIVisNet.

Penelitian ini diketuai Taopik Hidayat, dengan anggota Daniati Uki Eka Saputri, Nurul Khasanah, dan Faruq Aziz. Riset tersebut juga melibatkan dua mahasiswa UNM, yakni Siti Zainab Amri dan Farros Althaf.

Taopik Hidayat menjelaskan, GIVisNet dikembangkan dengan memanfaatkan AI untuk membantu proses identifikasi kelainan gastrointestinal secara lebih sistematis.

“Pengembangan GIVisNet merupakan upaya untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam membantu proses deteksi dini kelainan gastrointestinal. Melalui penelitian ini, kami ingin mengembangkan teknologi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memiliki potensi manfaat dalam mendukung bidang kesehatan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Rabu (26/8).

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Siti Zainab Amri dan Farros Althaf memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses riset, mulai dari pengembangan teknologi hingga memahami tahapan penelitian.

Ia menyampaikan bahwa FGD ini juga menghadirkan perspektif medis melalui dr. Robby Hertanto, CEO INCREASE Laboratorium Indonesia. Kehadiran perspektif medis diharapkan dapat memperkaya pembahasan sehingga pengembangan GIVisNet tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis AI, tetapi juga relevansi dan potensi pemanfaatannya di bidang kesehatan.

Baca juga:Riset AI Dosen UNM Lolos Hibah Kemdiktisaintek 2026, Kembangkan Teknologi Deteksi Dini Penyakit Pencernaan

“Kolaborasi dosen, mahasiswa, serta perspektif medis ini menunjukkan upaya UNM dalam membangun ekosistem riset yang menghubungkan pembelajaran dengan persoalan nyata. Dukungan hibah penelitian tahun anggaran 2026 turut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan GIVisNet secara lebih terarah,” tegasnya.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong riset dan inovasi berbasis teknologi sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan karya akademik yang berpotensi memberikan dampak bagi masyarakat.