
NusamandiriNews, Bekasi — Transformasi digital tak hanya dibutuhkan di lingkungan perkotaan. Di tengah komunitas masyarakat pesisir, teknologi juga dapat menjadi alat untuk memperkuat koordinasi dan mendukung aktivitas ekonomi. Komitmen tersebut ditunjukkan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026 di Kampung Gaga RT 001 RW 004, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, pukul 10.00–12.00 WIB, pada Kamis (27/8), silam.
Kegiatan ini diikuti 18 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa penerima hibah serta mitra komunitas pengepul yang tergabung dalam PPTP (Perhimpunan Petani Tambak Pantura). Monev ini menjadi bagian dari evaluasi program “Pendampingan Penguatan Sistem Koordinasi Berbasis Digital pada Komunitas Pengepul Udang, Bandeng, dan Rumput Laut di Muara Gembong” yang dikembangkan untuk membantu komunitas mitra memanfaatkan teknologi dalam memperkuat koordinasi aktivitas mereka.
Baca juga:UNM Raih Hibah PKM 2026, Siap Digitalisasi Komunitas Pengepul Perikanan Muara Gembong
Teknologi Digital Masuk Muara Gembong
Kegiatan diawali oleh Siti Fauziah dari Unit PkM LPPM UNM, kemudian dilanjutkan pemaparan laporan kemajuan oleh Dr. Linda Marlinda, M.M., M.Kom. Evaluasi dilakukan Dr. Ali Khumaidi, selaku reviewer dengan membahas perkembangan program, kesesuaian logbook dengan penggunaan dana, kesiapan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB), serta capaian kegiatan di lapangan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko, mengatakan bahwa pelaksanaan Monev bukan sekadar memastikan administrasi hibah berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat harus memiliki manfaat yang nyata dan relevan dengan kebutuhan mitra. Melalui program di Muara Gembong ini, kami ingin memastikan teknologi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan mendukung aktivitas komunitas,” kata Andi dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (3/9).
Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan program. Masukan dari mitra dapat menjadi dasar bagi tim untuk menyempurnakan pendekatan teknologi agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Kami mendorong dosen dan mahasiswa UNM untuk terus menghadirkan inovasi yang kontekstual. Teknologi harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat, termasuk komunitas pesisir seperti di Muara Gembong,” ujarnya.
Baca juga:UNM Pastikan Hibah Pengabdian Berdampak bagi Masyarakat
Interaksi antara reviewer, tim pelaksana, dan mitra dalam Monev juga menjadi ruang untuk mengevaluasi implementasi program secara langsung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pendampingan sekaligus memastikan capaian program dapat terukur.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Dukungan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026 menjadi salah satu ruang bagi sivitas akademika UNM untuk menghadirkan solusi digital yang aplikatif dan berdampak,” tutupnya.








