
NusamandiriNews, Depok – Kemajuan teknologi digital menuntut produktivitas tinggi, tetapi kesehatan sumber daya manusia tidak boleh tertinggal. Pesan inilah yang terus didorong Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui kegiatan Krida olahraga pagi setiap Jumat di lingkungan UNM Kampus Margonda (MGD) dan Kampus Jatiwaringin (JTW).
Pada Jumat (4/9), dosen dan tenaga kependidikan FTI UNM kembali mengikuti Krida olahraga bersama sebelum memulai aktivitas akademik dan pelayanan kepada mahasiswa. Berlangsung santai dan penuh kebersamaan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun civitas akademika yang sehat, produktif, sekaligus memiliki keseimbangan antara aktivitas kerja dan kebugaran fisik.
Teknologi Makin Canggih
Aktivitas akademik dan pekerjaan di lingkungan UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis khususnya FTI sangat lekat dengan komputer dan perangkat digital. Mengajar, menyusun materi pembelajaran, melakukan penelitian, pemrograman, pengembangan aplikasi, pengolahan data hingga pekerjaan administratif membutuhkan waktu yang cukup banyak di depan layar.
Dekan FTI UNM, Dr. Anton, menilai kebiasaan berolahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital.
“Sebagai insan teknologi, kita terbiasa berbicara tentang sistem yang cepat, cerdas, dan efisien. Namun, teknologi yang hebat tetap membutuhkan manusia yang sehat di belakangnya. Karena itu, budaya Krida olahraga pada Jumat pagi menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup civitas akademika,” kata Dr. Anton.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga manusia yang berada di balik proses pengembangan dan pemanfaatannya. Karena itu, budaya hidup aktif perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi digital.
“FTI UNM juga melihat hubungan erat antara teknologi dan kualitas hidup manusia. Perkembangan Artificial Intelligence (AI), Computer Vision, Data Science, Internet of Things (IoT), hingga sistem informasi kesehatan membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi yang mendukung sektor kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa teknologi seharusnya tidak hanya membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Karena itu, membangun budaya sehat di lingkungan kampus dan mengembangkan teknologi untuk mendukung kesehatan merupakan dua hal yang dapat berjalan bersama.
Baca juga:Gelar Doktor Dekan FTI UNM Jadi Alarm Kampus Lain Jangan Cuma Jual Nama
“Kegiatan Krida Jumat pagi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kebersamaan dosen serta tenaga kependidikan di luar rutinitas pekerjaan. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa aktivitas fisik merupakan bagian dari keseharian, terutama bagi mereka yang banyak melakukan pekerjaan berbasis digital,” papar Dr Anton.
Melalui kegiatan tersebut, FTI UNM ingin membangun ekosistem kampus yang tidak hanya unggul dalam teknologi dan inovasi, tetapi juga memperhatikan kualitas sumber daya manusianya. Sehat civitas akademikanya, produktif kampusnya, berkembang inovasinya, dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.








