Mahasiswa UNM Siap Hadapi Dunia Industri

NusamandiriNews, Jakarta – Pengalaman terjun langsung ke industri menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja. Hal itu dirasakan Haqi Mulia Ayassi, mahasiswa semester 7 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang berhasil menjalani magang di PT Pertamina Lubricants.

Haqi mendapatkan kesempatan tersebut setelah berinisiatif mengajukan permohonan magang secara mandiri melalui email. Ia kemudian ditempatkan di bidang IT Infrastructure, sesuai minatnya pada jaringan komputer.

Baca juga: Magang di LLDIKTI III, Mahasiswa Informatika UNM Asah Skill dan Siapkan Karier

Mahasiswa UNM Siap Hadapi Dunia Industri

“Hal yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mendapatkan kabar bahwa saya diterima. Dari proses tersebut saya belajar bahwa kita harus berani mengambil kesempatan dan tidak hanya menunggu kesempatan datang,” kenang Haqi.

Selama magang, Haqi terlibat dalam monitoring jaringan dan pengembangan website untuk mendukung operasional perusahaan. Ia juga menerapkan kompetensi yang diperoleh selama kuliah, seperti jaringan komputer, sistem operasi, troubleshooting, IP addressing, dan infrastruktur teknologi informasi.

Menurut Haqi, tantangan terbesar adalah beradaptasi dari pembelajaran teoritis ke persoalan nyata di dunia kerja.

“Di kampus, kita lebih banyak belajar berdasarkan teori dan tugas. Sedangkan di dunia kerja, kita menghadapi kondisi yang nyata dan terkadang membutuhkan analisis lebih lanjut untuk menemukan penyebab suatu masalah,” ungkapnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC) Universitas Nusa Mandiri, Muhammad Faisal, mengatakan pengalaman industri menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Hal tersebut diperkuat melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman magang profesional di perusahaan mitra.

“Program IEP 3+1 ini menjadi solusi terbaik bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman kerja nyata di dunia industri,” kata Faisal dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (4/9).

Ia menegaskan, magang tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi harus memberikan pengalaman yang relevan dengan kompetensi mahasiswa.

“Magang bukan sekadar kewajiban akademik. Kami memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang relevan. Banyak yang langsung direkrut dari tempat magangnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi (prodi) Sistem Informasi UNM, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, mengapresiasi pengalaman Haqi dan menegaskan komitmen prodi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri.

“Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi untuk menghasilkan solusi kreatif dalam berbagai bidang,” tandas Dr Sukmawati.

Baca juga:Magang di Bappenas, Mahasiswa UNM Buktikan Ilmu Sistem Informasi Tak Cuma di Kelas

Ia menyampaikan bahwa Prodi Sistem Informasi UNM yang telah meraih Akreditasi Unggul juga mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi melalui organisasi, kompetisi, seminar, workshop, serta pengalaman langsung di industri.

“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman Haqi menjadi contoh bahwa keberanian mengambil kesempatan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan belajar dapat menjadi bekal penting dalam membangun karier,” tutupnya.