UNM Dorong Mahasiswa Asah Critical Thinking

NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mendorong para mahasiswanya untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis (critical thinking) di tengah derasnya arus informasi digital. Langkah ini penting agar mahasiswa mampu memilah informasi secara bijak dan solutif.

Perkembangan teknologi telah mempermudah akses materi belajar, namun sekaligus membawa tantangan maraknya informasi yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak sekadar mencari data, melainkan mampu menganalisis dan memahami konteks secara mendalam.

Baca juga:Akreditasi Unggul, Sains Data UNM Makin Siap Cetak Talenta Digital Masa Depan

UNM Dorong Mahasiswa Asah Critical Thinking

Kepala Kampus UNM Jatiwaringin, Sofian Wira Hadi menekankan pentingnya penguasaan kemampuan ini bagi generasi muda. Berpikir kritis menjadi benteng utama agar mahasiswa tidak menelan informasi mentah-mentah dari ruang digital.

“Mahasiswa saat ini memiliki akses terhadap informasi yang sangat luas. Tantangannya bukan lagi sekadar mencari informasi, tetapi bagaimana memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut secara tepat,” katanya dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Ia menilai bahwa pola pikir kritis menjadi fondasi utama dalam memanfaatkan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Teknologi dan AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir. Mahasiswa tetap harus menjadi pihak utama yang menganalisis, menguji kebenaran data, dan mengambil keputusan secara mandiri,” jelasnya.

Baca juga:Karier Berbasis Data Makin Dicari, Sains Data UNM Kampus Margonda Tawarkan Akreditasi Unggul

Latihan berpikir kritis dapat diterapkan lewat kebiasaan berdiskusi, membandingkan berbagai literatur, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Kemampuan analisis dan pemecahan masalah ini kini menjadi salah satu kriteria utama yang dicari di dunia kerja profesional.

“UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang interaktif dan adaptif. Penguasaan teknologi yang diimbangi dengan critical thinking diharapkan mampu mencetak lulusan yang inovatif, produktif, dan bertanggung jawab,” tutupnya.