ICITRI 2026

NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali mempertemukan akademisi, peneliti, profesional, dan inovator dari berbagai latar belakang melalui International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026. Memasuki hari pertama, konferensi internasional ini digelar secara hybrid dengan pusat kegiatan di UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, dan diikuti peserta secara daring pada Kamis (10/9).

Gelaran ICITRI 2026 menjadi bagian dari semarak perayaan Dies Natalis ke-25 UNM. Tahun ini, konferensi mengangkat tema “Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures”, sebuah tema yang menempatkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam perspektif yang lebih luas, bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi dapat berkembang, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut tetap berorientasi pada manusia dan mampu memberi dampak berkelanjutan bagi masa depan.

Baca juga:ICITRI 2026 UNM Segera Digelar, Saatnya Akademisi dan Praktisi Berebut Panggung Inovasi AI

ICITRI 2026

Perkembangan AI yang semakin cepat membuat dunia akademik tidak cukup hanya menjadi penonton. Melalui ICITRI 2026, UNM membuka ruang bagi para peneliti dan praktisi untuk membicarakan arah inovasi teknologi, berbagi temuan riset, sekaligus melihat kembali posisi manusia di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Konferensi ini turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, di antaranya IEEE Indonesia Section, APTIKOM Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika, Cyber University, Politeknik Negeri Bandung (Polban), Bonview Publishing, serta IEEE Student Branch UNM. Kolaborasi tersebut memperkuat posisi ICITRI sebagai ruang akademik untuk mempertemukan gagasan dan penelitian dari berbagai institusi.

Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNM Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana melalui welcoming speech. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Haris selaku General Chair ICITRI 2026 menyampaikan laporan pelaksanaan konferensi.

Pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua IEEE Indonesia Section Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan riset dan inovasi teknologi melalui kolaborasi akademik.

Memasuki sesi Plenary Lecture, peserta ICITRI 2026 mendapatkan perspektif global dari para pakar teknologi. Sesi pertama menghadirkan Prof. Celia Shahnaz dari IEEE Women in Engineering Committee yang membagikan gagasannya mengenai perkembangan teknologi dan inovasi, sebelum dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta.

Antusiasme peserta berlanjut pada sesi plenary kedua yang menghadirkan Prof. Yasuyuki Nogami dari Okayama University, Jepang. Kehadiran Yasuyuki dari Jepang turut memperluas perspektif peserta terhadap perkembangan riset teknologi dari lingkungan akademik internasional.

Selain dua sesi plenary, ICITRI 2026 juga menghadirkan Prof. Dr. Agus Subekti dari UNM dan BRIN, Indonesia sebagai salah satu keynote speaker. Kehadirannya turut memperkaya pembahasan mengenai perkembangan penelitian di bidang sistem informasi dan ilmu komputer.

Prof Dwiza mengatakan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar agenda konferensi, ICITRI 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan penelitian dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Baca juga:Prof Yasuyuki Nogami dari Jepang Akan Hadir di ICITRI 2026 UNM, Bahas Masa Depan AI

“Ketika AI terus berkembang dan mulai masuk ke berbagai aspek kehidupan, forum seperti ini menjadi penting untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada pencapaian teknis, tetapi juga mempertimbangkan manfaat, tanggung jawab, dan keberlanjutan,”

Melalui penyelenggaraan ICITRI 2026, UNM tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya konferensi internasional, tetapi juga menjadi titik temu berbagai gagasan mengenai masa depan teknologi.

“Dari ruang akademik inilah diharapkan lahir lebih banyak kolaborasi, riset mutakhir, dan inovasi yang mampu menjadikan teknologi semakin cerdas tanpa kehilangan sisi manusianya,” pungkasnya.