Teknologi CapuchinAI Dikembangkan

NusamandiriNews, Jakarta – Peneliti dari Emory University dan Georgia Institute of Technology menguji coba CapuchinAI di Taboga Forest Reserve, Kosta Rika. Perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk menguji kemampuan kognitif monyet capuchin liar melalui interaksi layar sentuh secara mandiri.

Sistem tersebut menggabungkan kecerdasan buatan, kamera, komputer Raspberry Pi, hingga model pengenalan individu YOLOv7. Dalam pengujian dua minggu, sebanyak 16 monyet capuchin liar berinteraksi dengan perangkat tersebut untuk mendapatkan imbalan makanan berupa potongan pisang.

Baca juga:ICITRI 2026 Bahas Masa Depan AI

Teknologi CapuchinAI Dikembangkan

Perkembangan pemanfaatan AI yang kian meluas ini mendapat perhatian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Margonda. Keberhasilan riset satwa ini dinilai menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi teknologi di era digital.

Kepala UNM Kampus Margonda, Andry Maulana, menyampaikan bahwa fenomena ini harus melecut semangat generasi muda. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi pengguna pasif teknologi AI.

“Kalau hari ini AI sudah digunakan sampai untuk mempelajari perilaku monyet di tengah hutan, mahasiswa tentu tidak boleh hanya mengenal AI sebatas untuk membuat tugas. Lulusan teknologi harus naik level menjadi orang yang mampu memahami, mengolah data, dan menciptakan solusi,” katanya dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Baca juga:Mahasiswa UNM Tembus Magang di Kemenkeu, Dipercaya Jadi Master of Training

Ia menambahkan, industri saat ini sangat membutuhkan talenta digital yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan bisnis. Guna menjawab tantangan tersebut, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan program S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, dan S1 Sains Data berakreditasi Unggul.

“Pemanfaatan AI yang makin tak berbatas menegaskan pentingnya penguasaan teknologi sejak di bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan dapat terus mengasah kemampuan analitis dan inovasi agar siap menjadi pemandu arah perkembangan teknologi di masa depan,” tutupnya.