Gagal Masuk PTN

NusamandiriNews, Depok – Gagal tembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sering dianggap sebagai akhir dari segalanya bagi banyak calon mahasiswa. Perasaan depresi dan kekhawatiran akan masa depan suram, itu pula yang sempat menghantui Alwinur Hafidzh, atau yang akrab disapa Alwi, saat menjadikan Universitas Nusa Mandiri (UNM) kampus Margonda sebagai pijakan untuk masa depannya.

Di awal perkuliahannya, ia bahkan sempat merasa kariernya sudah tamat dan hanya akan menjalani kehidupan kerja yang biasa-biasa saja.

Baca juga:Perjuangan Alwi Al Hadad, Alumni UNM Kini Jadi Perwira TNI

Gagal Masuk PTN

Namun, stigma “pilihan terakhir” itu perlahan runtuh seiring berjalannya waktu. Alwi menyadari bahwa kampus barunya justru memberikan dukungan yang luar biasa melalui dosen-dosen yang kooperatif dan materi perkuliahan yang mampu bersaing dengan kampus-kampus ternama lainnya.

Ketimbang meratapi nasib, ia memilih untuk mengambil kendali. Dia memegang teguh prinsip layaknya seorang pelaut hebat.

“Pelaut tidak bisa mengontrol badai, tetapi mereka bisa mengontrol kapalnya sendiri. Prinsip ‘control what you can control’ inilah yang mendorongnya untuk mengabaikan omongan negatif dan aktif berorganisasi,” kata Alwi saat diwawancarai.

Pada semester tiga, ia bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan bahkan menjadi salah satu motor penggerak perubahan dengan dukungan suportif dari pihak kampus.

Dari organisasi, Alwi selaku Associate – Key Account Manager Lazada Indonesia, mengasah keterampilan krusial yang tidak diajarkan di kelas, seperti cara berkomunikasi dengan berbagai orang, memperluas jejaring, hingga meramu kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum.

Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman menemui momentum emas pada tahun 2021 melalui program magang Kampus Merdeka. Alwi, yang kala itu diterima magang di BUMN besar seperti BRI dan Pertamina sebagai data analyst, justru mengambil langkah berani dengan memilih magang di Lazada agar bisa mengeksplorasi pekerjaan di luar bidang teknis yang ia pelajari.

Kinerja gemilangnya selama lima bulan magang di kategori fashion membuat perusahaan memintanya lanjut bekerja. Meski sempat terbentur drama rekrutmen karena belum mengantongi ijazah kelulusan, pihak UNM kembali hadir membantunya dengan mempermudah penerbitan Surat Keterangan Lulus (SKL) lebih awal.

“Bantuan birokrasi kampus di momen krusial inilah yang pada akhirnya nyelamatin karier aku di Lazada,” ceritanya.

Kini, sebagai lulusan tahun 2022 yang sukses menembus industri digital, Alwi melihat tantangan baru di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menghadapi kompetisi AI di tempat kerjanya, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, manusia tetap harus menguasai fundamental skill.

“Logika berpikir, kemampuan analitis, dan riset menjadi fondasi utama yang harus dibenahi sebelum kita mencoba memberikan instruksi (prompt) kepada AI, karena pada dasarnya AI adalah robot yang belajar dari penggunanya,” ujarnya.

Menengok kembali perjalanan panjangnya dari seorang mahasiswa yang sempat depresi hingga menjadi profesional muda, Alwi menitipkan pesan ketangguhan yang ia pinjam dari karakter Dory dalam film Nemo: “Just keep swimming”.

Baca juga:Kisah Reza, Mantan Kurir yang Kini Jadi Senior AWS Instructor

Baginya, di tengah perubahan dunia yang berjalan begitu cepat, kegagalan sejati baru terjadi ketika seseorang berhenti bergerak dan berhenti berusaha. Di balik semua kisah inspiratifnya, ia menutup kenangannya tentang kampus dengan satu kelakar hangat namun sarat keluhan nyata dari masa kuliahnya.

Pilihan tepat memilih kampus, bisa menentukan masa depan. Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dan Career Ready, sangat paham kebutuhan generasi saat ini. Jadi, kuliah di UNM tidak akan sulit dalam menyiapkan segalanya, terlebih untuk masa depan. Segera bergabung dengan UNM bisa melakukan pendaftaran melalui laman https://nusamandiri.ac.id/.