
Banyak anggota sandwich generation merasa uang cepat habis, tetapi sulit menjelaskan ke mana perginya. Penghasilan sudah dibagi untuk orang tua dan keluarga, lalu sisanya terasa tidak jelas. Perasaan semacam ini, yang banyak dialami sandwich generation, bukan hanya soal jumlah uang, melainkan juga soal kejelasan. Dan kejelasan bisa dibangun lewat data.
Buat mahasiswa Sains Data dan Manajemen, kasus ini adalah latihan yang dekat dengan kehidupan nyata. Biar lebih kebayang, kita lihat bagaimana mencatat pengeluaran dan membaca polanya memakai spreadsheet sederhana, tanpa perlu alat yang rumit.
Sandwich Generation dan Tantangan Mengelola Uang
Istilah sandwich generation merujuk pada orang dewasa yang menopang dua generasi sekaligus, misalnya orang tua dan anak atau adik. Istilah ini diperkenalkan pada awal 1980-an dan bukan kelompok usia tertentu, melainkan situasi hidup. Di Indonesia, istilah tersebut sering dipakai untuk menggambarkan anak yang membiayai orang tua dan keluarganya sendiri.
Tantangan utamanya ada dua. Pertama, pengeluaran rutin yang besar dan sulit dikurangi. Kedua, kurangnya gambaran jelas tentang pola pengeluaran, sehingga keputusan sering diambil berdasarkan perasaan. Di sinilah anggaran berbasis data menawarkan jalan keluar bagi sandwich generation.
Mencatat Pengeluaran Sandwich Generation Secara Konsisten
Data yang baik dimulai dari pencatatan yang konsisten. Anda tidak perlu perangkat canggih. Buat tabel di spreadsheet dengan kolom tanggal, jumlah, kategori, dan keterangan singkat. Catat setiap pengeluaran sesegera mungkin agar tidak terlupa.
Berikut kategori yang bisa dipakai sebagai awal, lalu sesuaikan dengan kebutuhan anda.
- Kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tagihan rumah.
- Tanggungan keluarga seperti biaya orang tua, kesehatan, dan sekolah.
- Cicilan dan utang.
- Tabungan dan dana darurat.
- Keinginan dan hiburan.
Kalau anda sandwich generation, mungkin ada pengeluaran yang dicatat atas nama keluarga, jadi beri kategori terpisah agar tidak tercampur. Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan. Bagi sandwich generation, catatan selama beberapa bulan sudah cukup untuk menunjukkan pola yang selama ini tersembunyi.
Baca juga: Peran Penting Profesi Business Intelligence Specialist
Membaca Pola Sandwich Generation dengan Analisis Sederhana
Setelah data terkumpul, analisis dasar bisa dimulai. Gunakan fitur tabel pivot untuk menjumlahkan pengeluaran per kategori setiap bulan. Dari sini anda bisa melihat kategori mana yang paling besar dan mana yang naik turun.
Langkah-langkah berikut membantu membaca pola dengan lebih terarah.
- Hitung total pengeluaran per kategori dan persentasenya terhadap penghasilan.
- Bandingkan antarbulan untuk melihat kategori yang tiba-tiba naik.
- Pisahkan pengeluaran tetap dan variabel. Pengeluaran variabel biasanya lebih mudah diatur.
- Buat grafik batang sederhana agar perbedaan lebih mudah terlihat.
- Tetapkan batas untuk kategori yang ingin dikendalikan, lalu pantau setiap pekan.
Misalnya, grafik menunjukkan biaya makan di luar naik tiap akhir bulan, padahal anggota sandwich generation biasanya butuh dana lebih untuk kebutuhan mendadak keluarga. Informasi itu memberi dasar untuk menyesuaikan kebiasaan tanpa harus mengorbankan kebutuhan tanggungan. Cara berpikir seperti ini juga dilatih dalam analisis data, dan penerapannya bisa sangat personal bagi sandwich generation.
Anggaran Berbasis Data Bukan Berarti Kaku
Data hanya alat bantu, termasuk bagi sandwich generation yang ingin lebih tenang. Angka tidak menggantikan pertimbangan tentang nilai dan prioritas keluarga. Ada pengeluaran yang tidak bisa dikurangi karena menyangkut kesehatan atau pendidikan, dan itu wajar. Tujuannya bukan memangkas semuanya, melainkan memastikan keputusan diambil dengan informasi yang jelas.
Sisihkan juga ruang untuk hal tak terduga. Dana darurat sering disarankan sebesar beberapa bulan pengeluaran, tetapi besarnya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Tulisan ini hanya informasi umum dan bukan nasihat keuangan. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan berlisensi.
Bila ada aplikasi pencatat keuangan yang anda pakai, periksa pula kebijakan privasinya. Data pengeluaran termasuk informasi pribadi yang perlu dijaga. Buat sandwich generation yang mencatat keuangan keluarga, kehati-hatian ini sama pentingnya dengan kerapian angka.
Mengasah Analisis Data di Universitas Nusa Mandiri
Kemampuan mengolah data bermanfaat dalam urusan pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyediakan program studi Sains Data, Manajemen, Sistem Informasi, Informatika, dan Bisnis Digital yang membekali anda dengan keterampilan analisis, pengambilan keputusan, dan pengelolaan sistem.
UNM terakreditasi BAN-PT, dan kompetensi lulusannya diakui secara nasional untuk karier profesional. Biaya pendidikannya ramah dan fleksibel, dengan pembayaran yang mudah dilakukan secara online. UNM dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dapat dipertimbangkan bagi anda yang ingin mendalami analisis data.
Jadi, sandwich generation bisa merasa lebih tenang ketika angka-angka tidak lagi samar. Mulailah dari satu tabel sederhana minggu ini.







