LPPM UNM Ajak Dosen Manfaatkan Hibah SATRIA

NusamandiriNews, Jakarta–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengimbau para dosen untuk memanfaatkan peluang pendanaan Program Hibah Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) Tahun 2026–2027. Pengajuan proposal program ini dibuka secara daring hingga 17 November 2026 pukul 17.00 WIB.

Dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong penguatan budaya riset serta pengembangan strategi pendidikan berbasis teknologi. Melalui Hibah SATRIA, para dosen berkesempatan memperoleh alokasi dana hingga Rp 200 juta per proposal untuk mengembangkan model pembelajaran transformatif berbasis riset selama dua tahun anggaran.

Baca juga:LPPM UNM Sukses Gelar Webinar Strategi Proposal Hibah Kemdiktisaintek 2027

LPPM UNM Ajak Dosen Manfaatkan Hibah SATRIA

Program ini menetapkan sejumlah luaran wajib, seperti artikel ilmiah pada jurnal bereputasi minimal SINTA 2, buku ber-ISBN, video implementasi, perangkat pembelajaran, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Seluruh pendaftaran dilakukan via portal resmi Kemdiktisaintek.

Ketua LPPM Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko menyampaikan bahwa hibah ini menjadi peluang strategis untuk mendongkrak kualitas pengajaran perguruan tinggi.

“LPPM mendorong para dosen Universitas Nusa Mandiri untuk dapat memanfaatkan peluang Program Hibah SATRIA ini dengan sebaik-baiknya,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (5/11).

Baca juga:Prodi Magister Informatika UNM Gelar Pelatihan Strategi Tembus Hibah Penelitian

Ia menyampaikan bahwa lewat program ini, dosen tidak hanya berkesempatan memperoleh pendanaan penelitian, tetapi juga dapat mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

“Dengan keikutsertaan dalam hibah nasional ini, UNM berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu akademik dan relevansi riset dosen terhadap kebutuhan industri maupun masyarakat,” ujarnya.