Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Artikel Ilmiah

IPK Biasa Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Bangun Personal Branding Mahasiswa Entrepreneur

badge-check


IPK Biasa Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Bangun Personal Branding Mahasiswa Entrepreneur Perbesar

NusamandiriNews–Di tengah persaingan dunia kerja dan bisnis yang semakin ketat, nilai akademik bukan lagi satu-satunya penentu masa depan mahasiswa. Banyak mahasiswa dengan IPK biasa saja justru memiliki peluang besar karena mampu membangun personal branding sejak kuliah.

Personal branding di lingkungan kampus bukan soal pencitraan berlebihan, melainkan tentang bagaimana mahasiswa menunjukkan nilai diri, kompetensi, dan konsistensi aktivitasnya. Tak heran jika topik Tips Bangun Personal Branding Mahasiswa Entrepreneur kian relevan di kalangan Generasi Z.

Masih banyak mahasiswa yang mengira personal branding identik dengan pamer di media sosial. Padahal, esensinya sederhana: apa yang diingat orang lain ketika nama kita disebut. Apakah sebagai mahasiswa yang aktif berbagi insight bisnis, kreatif, atau berkontribusi nyata bagi UMKM.

Baca juga:Siap tembus PKM 2026? Gabung Universitas Nusa Mandiri sekarang!

Beberapa Tips Membangun Personal Branding:

1. Tentukan Satu Identitas Utama

Mahasiswa kerap ingin terlihat mampu melakukan banyak hal sekaligus. Padahal, personal branding membutuhkan fokus. Pilih satu identitas utama yang ingin ditonjolkan, seperti mahasiswa bisnis digital, mahasiswa kreatif, mahasiswa data yang peduli UMKM, atau entrepreneur pemula. Identitas ini akan menjadi benang merah seluruh aktivitas dan konten yang dibangun.

2. Manfaatkan Media Sosial sebagai Portofolio

Bagi Generasi Z, media sosial telah berfungsi sebagai CV versi digital.
Platform seperti Instagram dan TikTok dapat dimanfaatkan untuk storytelling, LinkedIn untuk membangun profesionalisme, serta blog atau website pribadi untuk berbagi insight yang lebih mendalam. Konsistensi dan relevansi jauh lebih penting daripada sekadar viral.

Tips Membangun Personal Branding

3. Bangun Kredibilitas dari Aktivitas Kampus

Kampus merupakan ruang paling aman untuk belajar membangun personal branding.
Kegiatan kewirausahaan, event kampus, program magang, pendampingan UMKM, hingga organisasi mahasiswa dapat menjadi pengalaman sekaligus konten bernilai yang memperkuat citra diri sebagai mahasiswa entrepreneur.

4. Ceritakan Proses, Bukan Hanya Hasil

Generasi Z cenderung lebih percaya pada proses dibanding hasil instan.
Membagikan cerita tentang kegagalan, kebingungan, proses belajar, dan keberanian mencoba kembali justru membuat personal branding terasa lebih autentik dan mudah diingat.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyadari pentingnya membekali mahasiswa dengan kemampuan membangun identitas digital sejak dini. UNM tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, terlibat dalam praktik bisnis nyata, serta menciptakan peluang secara mandiri.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) sebagai wadah pembelajaran, praktik, dan kolaborasi bagi mahasiswa entrepreneur.

Baca juga: Langsung Direkrut dari Kampus, UNM Akan Gelar Campus Hiring Bersama PT Telemarketing Indonesia

Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menegaskan bahwa personal branding merupakan bekal penting mahasiswa di era digital.

“Personal branding bukan soal terlihat hebat, melainkan tentang konsistensi menunjukkan proses dan nilai diri. Kampus hadir untuk membantu mahasiswa menemukan ciri khasnya agar siap bersaing dan mampu menciptakan peluang sendiri,” ujar Maruloh dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (29/1).

Ia menambahkan, membangun personal branding sejak kuliah akan memberikan dampak jangka panjang, baik untuk karier profesional maupun kewirausahaan. Dengan identitas yang kuat dan rekam jejak digital yang positif, mahasiswa tidak hanya dikenal sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta peluang.

“Dengan penerapan Tips Bangun Personal Branding Mahasiswa Entrepreneur, Universitas Nusa Mandiri optimistis mahasiswa dapat memaksimalkan potensi diri dan menjadikan kampus sebagai titik awal kesuksesan di era ekonomi digital,” ungkapnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gelar Saja Tak Cukup, UNM Siapkan Skill 10 Tahun ke Depan

4 Februari 2026 - 11:36 WIB

10 Skill Paling Dibutuhkan 10 Tahun ke Depan

Ingin Berkarier di Profesi Paling Dibutuhkan 2025–2030?

3 Februari 2026 - 11:40 WIB

Sains Data UNM, Jawaban Tantangan Dunia Kerja

Nunggu Lulus Baru Cari Duit? Ini 7 Peluang Bisnis Gen Z ala Kampus Digital Bisnis UNM

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

Peluang Bisnis Bagi Gen Z

Pustakawan Universitas Nusa Mandiri Soroti Bahaya Konten AI dan Deepfake

7 Januari 2026 - 12:40 WIB

Kecepatan dan Skala Produksi Konten

Menuju 2030, UNM Persiapkan Mahasiswa Kuasai 8 Skill yang Paling Dicari Industri

5 Januari 2026 - 13:07 WIB

Delapan Skill yang Wajib Dikuasai Menuju 2030
Sedang Tren di Artikel Ilmiah