NusamandiriNews–Tahun 2026 menjadi titik balik bagi mahasiswa dan Gen Z. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan persaingan kerja yang makin ketat, pola pikir generasi muda berubah. Mereka tak lagi menunggu wisuda untuk punya penghasilan. Bisnis digital, media sosial, dan teknologi kini membuka peluang usaha yang bisa dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah. Fenomena ini juga diperkuat oleh peran Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong mahasiswa membangun usaha sejak dini.
Berikut tujuh peluang bisnis yang paling relevan dan realistis bagi Gen Z dan mahasiswa di tahun 2026.
Peluang Bisnis Bagi Gen Z
1. Bangun Personal Branding dari Media Sosial
Gen Z unggul dalam membangun audiens. Konten edukasi, review niche, atau cerita kehidupan kampus bisa berkembang menjadi sumber penghasilan dari endorsement, kelas online, hingga produk digital.
2. Jual Jasa Digital ke UMKM
Banyak UMKM masih kesulitan masuk ke dunia digital. Mahasiswa bisa menawarkan jasa sebagai admin media sosial, desainer konten, copywriter, hingga pengelola marketplace dengan modal nyaris nol.
3. Ciptakan Produk Digital
Template CV, e-book, Notion planner, dan mini course adalah contoh produk yang bisa dibuat sekali lalu dijual berulang kali. Ini menjadikannya salah satu model bisnis paling efisien.

4. Fokus Niche di Dropship dan Reseller
Dropship masih relevan jika dikelola dengan strategi niche, storytelling, dan promosi berbasis konten, bukan sekadar perang harga di marketplace.
5. Monetisasi Skill Pribadi
Desain grafis, editing video, coding, UI/UX, voice over, hingga data entry bisa langsung menjadi bisnis freelance berbasis skill dan laptop.
6. Bangun Komunitas dan Kelas Berbayar
Komunitas belajar, kelas online, dan event kecil berbayar berkembang pesat karena bertumpu pada kepercayaan dan relasi.
7. Masuk ke Bisnis Kreatif dan Berkelanjutan
Produk ramah lingkungan, merchandise lokal, dan brand berbasis budaya makin diminati Gen Z karena sejalan dengan nilai keberlanjutan dan identitas.
Melihat tren ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis memperkuat perannya melalui Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) sebagai ekosistem pembinaan wirausaha mahasiswa. NEC membekali mahasiswa dengan mindset bisnis, pendampingan usaha, penguatan skill digital, serta akses jejaring industri.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menegaskan bahwa wirausaha mahasiswa kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan.
“Di era digital, mahasiswa tidak cukup hanya menunggu lowongan kerja. Mereka harus mampu menciptakan peluang sendiri. NEC hadir untuk membekali mahasiswa dengan mindset, keterampilan, dan keberanian agar bisa memulai bisnis sejak masih kuliah, meski dengan modal minim,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Selasa (13/1).
Dengan dukungan ekosistem kampus seperti Universitas Nusa Mandiri, Gen Z kini memiliki jalur nyata untuk membangun kemandirian ekonomi. Tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang paling cepat melamar kerja, tetapi siapa yang paling cepat memanfaatkan peluang.










