
NusamandiriNews, Jakarta – Tim DISABI Smart Accessibility dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis sukses menuntaskan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 pada Rabu (16/9). Tim mahasiswa mempresentasikan perkembangan solusi digital yang dirancang untuk mendukung aksesibilitas pengguna kursi roda pada layanan transportasi publik.
Inovasi DISABI dikembangkan melalui pendekatan aplikasi terintegrasi guna memberikan pengalaman perjalanan yang informatif, aman, dan inklusif. Produk ini telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta sukses didiseminasikan kepada PT KAI Daop 1 Jakarta pada 27 Agustus 2026 lalu.
Baca juga:NEX.Ai UNM Tembus Finalis BRIN AIDeaNation 2026, Bawa Inovasi AI Berkelanjutan
Mahasiswa UNM Ciptakan DISABI Smart Accessibility
Kepala NEX.AI sekaligus perwakilan tim, Dr. Ali Khumaidi, menyampaikan bahwa PKP2 menjadi bukti bahwa gagasan DISABI telah berkembang menjadi prototipe yang memiliki potensi implementasi nyata.
“PKP2 menjadi momentum bagi kami untuk membuktikan perkembangan DISABI Smart Accessibility, mulai dari konsep, prototipe, luaran, hingga proses diseminasi. Masukan yang kami terima sangat berharga untuk menyempurnakan inovasi ini agar semakin relevan,” kata Dr. Ali dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (25/9).
Baca juga:Tim DISABI Universitas Nusa Mandiri Lolos Evaluasi PKP2 PKM-VGK 2026
Sementara itu, dosen Pendamping, Johan Hendri Prasetyo, menambahkan bahwa kekuatan DISABI terletak pada pengintegrasian teknologi dengan kebutuhan nyata penyandang disabilitas. Johan mendorong tim untuk terus melakukan validasi pengguna dan memperkuat kolaborasi bersama mitra transportasi publik.
“Melalui capaian HKI, prototipe, dan hasil diseminasi bersama PT KAI, Tim DISABI Smart Accessibility berkomitmen menyempurnakan aspek teknis produknya. Langkah evaluasi ini menjadi bekal penting bagi tim untuk melangkah ke panggung Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026,” ujarnya.







