NusamandiriNews, Jakarta — Di era digital, identitas seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh CV, tetapi juga oleh jejak digital yang dimiliki. Menjawab perubahan ini, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mendorong mahasiswa untuk membangun personal branding sejak dini sebagai strategi menghadapi dunia kerja.
Personal branding menjadi faktor penting dalam memperkenalkan kompetensi, pengalaman, hingga karya kepada industri. Platform seperti LinkedIn dan GitHub kini dimanfaatkan mahasiswa untuk menampilkan portofolio secara profesional dan memperluas peluang karier.
Baca juga:AI Mengguncang Dunia Kerja, S2 Informatika Jadi Kunci Naik Level Karier
Personal Branding Jadi Kunci Karier Mahasiswa
UNM mengarahkan mahasiswa untuk menjadikan setiap proyek, pengalaman, dan aktivitas sebagai bagian dari identitas profesional. Pendekatan ini membantu mahasiswa meningkatkan visibilitas sekaligus daya saing di tengah persaingan global.
Ketua Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan.
“Personal branding bukan tentang pamer, tetapi tentang menunjukkan kompetensi secara profesional agar dikenal oleh dunia industri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (6/4).
Baca juga:Kejar Akreditasi Unggul, UNM Perkuat Prodi Sains Data & S3 Informatika
Dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat membangun identitas, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai talenta digital yang siap bersaing di tingkat global.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui penguatan personal branding, UNM optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga dikenal dan dibutuhkan di dunia kerja,” tutupnya.









