
NusamandiriNews, Depok — Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis sukses menggelar Masa Orientasi Kampus (MOKA) 2026 pada Sabtu (19/9). Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) ini dipusatkan di UNM kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat.
MOKA 2026 dirancang sebagai momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenali budaya akademik serta sistem perkuliahan. Lewat agenda ini, mahasiswa baru dibekali gambaran proses pembelajaran teori maupun praktik, karakter program studi, hingga kesiapan menghadapi dunia profesional.
Baca juga:UNM Sukses Gelar MOKA 2026, Bekali Mahasiswa Baru Keterampilan Abad 21
Satgas PPKPT UNM Edukasi Mahasiswa Baru
Bersamaan dengan penyambutan mahasiswa baru tersebut, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNM mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman. Pencegahan melalui edukasi menjadi fokus utama Satgas PPKPT UNM.
Ketua Satgas PPKPT UNM, Arfhan Prasetyo menjelaskan bahwa bentuk kekerasan tidak hanya terbatas pada tindakan fisik. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, kekerasan mencakup tindakan non-fisik, verbal, non-verbal, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) seperti cyberstalking.
“Poin utama kami adalah pencegahan melalui edukasi. Masih banyak sivitas akademika yang belum memahami secara rinci bentuk-bentuk kekerasan selain kekerasan fisik,” katanya dalam wawancara, usai kegiatan MOKA.
Guna menjangkau seluruh mahasiswa di tiga lokasi kampus Rawa Mangun, kampus Jatiwaringin dan kampus Margonda. Satgas PPKPT UNM menggencarkan kampanye bertahap. Edukasi disebarkan melalui pamflet, spanduk, media sosial, serta pengembangan situs web Adia sebagai media pembelajaran.
Satgas PPKPT UNM juga telah menyediakan layanan pengaduan khusus (hotline) yang tertera di setiap kampus. Pihaknya menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan siap mendampingi korban tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Baca juga:MOKA 2026 Universitas Nusa Mandiri Bekali Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Kerja
Setiap laporan yang masuk akan diproses secara profesional melalui tahap klarifikasi dan pengumpulan bukti. Satgas bertugas memberikan rekomendasi sanksi berjenjang kepada pihak rektorat sesuai dengan tingkat pelanggaran yang terjadi.
“Kami mengimbau mahasiswa untuk tidak takut melapor jika mengalami atau melihat tindakan kekerasan. Satgas siap menjadi penengah dan pendamping agar lingkungan kampus tetap kondusif,” tegasnya.
Langkah preventif dan keterbukaan layanan pengaduan ini diharapkan menciptakan ruang belajar yang bebas dari intimidasi. Kesadaran bersama seluruh warga kampus menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan saling menghormati.







