UNM Ungkap 5 Bekal Wajib Mahasiswa

NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat mengubah cara industri bekerja sekaligus menggeser kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar sarjana, tetapi juga talenta yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan di era digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan teknologi, kemampuan bisnis, pengalaman industri, serta pengembangan karakter mahasiswa agar siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Baca juga:Mahasiswa Magister Informatika UNM Ciptakan Website Wakaf Blockchain, Bukti Kampus Digital Bisnis Lahirkan Inovator Teknologi

UNM Ungkap 5 Bekal Wajib Mahasiswa

Di tengah transformasi digital, kuliah S1 tidak lagi cukup dimaknai sebagai proses memperoleh ijazah semata. Pendidikan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun pola pikir kritis, kemampuan berkolaborasi, pengalaman praktis, jejaring profesional, dan karakter kepemimpinan sehingga mampu menciptakan nilai di dunia kerja yang terus berubah.

Kehadiran AI memang telah mengotomatisasi berbagai pekerjaan rutin. Namun, perusahaan saat ini justru semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami persoalan, menganalisis data, memanfaatkan teknologi secara tepat, berkolaborasi lintas disiplin, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Karena itu, pertanyaan yang perlu dijawab calon mahasiswa bukan lagi sekadar “jurusan apa yang cepat mendapatkan pekerjaan?”, melainkan “kompetensi apa yang membuat saya tetap relevan dalam jangka panjang?”.

Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi perubahan, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

“AI memang mengubah cara kita bekerja, tetapi tidak bisa menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, dan mengambil keputusan secara etis. Karena itu, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang memadukan teknologi, bisnis, pengalaman industri, dan penguatan karakter agar lulusan memiliki daya saing yang berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (17/7).

Menurutnya, gelar sarjana tetap menjadi fondasi akademik yang penting. Namun, nilai pendidikan akan semakin tinggi apabila mahasiswa mampu membangun portofolio, pengalaman organisasi, riset, proyek, hingga magang yang menjadi bukti kompetensi nyata.

UNM menghadirkan berbagai program studi unggulan, mulai dari Informatika, Sistem Informasi, Sains Data, Bisnis Digital, hingga Manajemen, yang dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi digital dan bisnis sesuai kebutuhan industri masa kini.

Wawan menjelaskan sedikitnya terdapat lima bekal utama yang perlu dimiliki mahasiswa agar mampu bertahan dan berkembang di era AI.

5 Bekal Wajib Mahasiswa

Pertama, memiliki fondasi keilmuan yang kuat sehingga mampu memahami konsep, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.

Kedua, menguasai literasi data dan AI agar mampu membaca data, memahami cara kerja teknologi, sekaligus menyadari aspek keamanan dan etika penggunaannya.

Ketiga, membangun portofolio melalui proyek, kompetisi, penelitian, organisasi, magang, maupun pengembangan startup sehingga kemampuan mahasiswa dapat dibuktikan secara nyata.

Keempat, mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi karena dunia kerja membutuhkan individu yang mampu bekerja dalam tim lintas disiplin dan menyampaikan ide secara efektif.

Kelima, memiliki mental adaptif sebagai pembelajar sepanjang hayat. Di era perubahan teknologi yang sangat cepat, kemampuan belajar menjadi aset yang jauh lebih penting dibanding sekadar menguasai satu aplikasi tertentu.

Wawan menambahkan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai ancaman.

“Mahasiswa yang mampu memanfaatkan AI secara cerdas akan memiliki keunggulan kompetitif. Namun, teknologi hanya akan menjadi pengungkit. Nilai utama tetap terletak pada kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, empati, integritas, dan kemauan untuk terus belajar. Kombinasi inilah yang terus kami bangun di Universitas Nusa Mandiri,” katanya.

Baca juga:Mahasiswa Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri Publikasikan Riset AI di Jurnal Internasional Scopus Q1

Selain kompetensi teknis, UNM juga mendorong mahasiswa membangun jejaring profesional sejak awal perkuliahan melalui seminar, kompetisi, organisasi kemahasiswaan, riset, kegiatan kewirausahaan, hingga kolaborasi dengan dunia industri.

Melalui pendekatan tersebut, tegasnya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun bisnis, menghasilkan solusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM terus membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar perjalanan memperoleh gelar, melainkan titik awal lahirnya talenta digital yang siap menghadapi tantangan masa depan di era Artificial Intelligence.