Jangan Jual Teknologi, Jual Solusi!

NusamandiriNews, Bogor–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kompetensi kewirausahaan digital mahasiswanya melalui Bootcamp Digital Bisnis 2026 yang digelar Fakultas Teknologi Informasi pada 8–9 Juli 2026 di Asyana Hotel Sentul, Bogor. Kegiatan ini membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan membangun startup berbasis teknologi, tetapi juga keterampilan mempresentasikan ide bisnis secara efektif kepada calon investor.

Bootcamp yang diikuti mahasiswa semester 6 Program Studi Sistem Informasi, Informatika, dan Sains Data ini menghadirkan praktisi industri yang berbagi pengalaman membangun startup, mulai dari menemukan ide bisnis hingga strategi memperoleh pendanaan.

Baca juga:Jangan Asal Bikin Startup! Bootcamp UNM Bongkar Rahasia Membangun Bisnis Digital yang Dibutuhkan Pasar

Jangan Jual Teknologi, Jual Solusi!

Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah materi strategi pitching kepada investor yang disampaikan oleh Bey Arief Budiman, AVP Product and Partnership Jatis Mobile sekaligus Ketua Harian Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI).

Dalam pemaparannya, Bey menekankan bahwa banyak startup gagal menarik minat investor karena terlalu fokus menjelaskan kecanggihan teknologi, sementara investor justru lebih memperhatikan nilai bisnis yang dihasilkan.

“Investor tidak membeli teknologi, tetapi percaya pada solusi yang mampu menyelesaikan masalah dan menghasilkan pertumbuhan bisnis. Karena itu, founder harus mampu menerjemahkan teknologi menjadi manfaat nyata yang dirasakan pengguna dan memiliki potensi pasar yang jelas,” ujar Bey.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan data sebaiknya dikomunikasikan dalam bahasa bisnis yang mudah dipahami. Fokus presentasi harus diarahkan pada manfaat yang diterima pengguna, efisiensi yang dihasilkan, peluang pasar, serta prospek pengembangan usaha.

Selain itu, Bey memperkenalkan struktur pitch deck yang efektif, meliputi penjelasan mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, solusi yang ditawarkan, bukti atau traction, model bisnis, ukuran pasar, profil tim pengembang, hingga kebutuhan pendanaan (the ask).

Menurutnya, presentasi yang singkat, terstruktur, berbasis data, dan berorientasi pada dampak bisnis memiliki peluang lebih besar menarik perhatian investor dibandingkan penjelasan teknis yang terlalu kompleks.

Peserta juga diajak mengenali berbagai kesalahan yang kerap dilakukan founder pemula, seperti penggunaan istilah teknis yang berlebihan, minimnya data pendukung, model bisnis yang belum matang, hingga ketidakjelasan tujuan penggunaan dana investasi.

Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengatakan bahwa kemampuan membangun inovasi harus diimbangi dengan kemampuan mengomunikasikan nilai bisnis kepada investor maupun mitra strategis.

“Banyak mahasiswa memiliki kemampuan teknis yang sangat baik, tetapi belum terbiasa menjelaskan bagaimana inovasi yang mereka bangun dapat memberikan nilai bisnis. Melalui Bootcamp Digital Bisnis ini, mahasiswa belajar bahwa investor tidak hanya melihat kecanggihan teknologi, tetapi juga peluang pasar, model bisnis, serta potensi pertumbuhan startup yang dikembangkan,” jelasnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (10/7).

Ia menambahkan, kemampuan pitching kini menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon entrepreneur digital karena menentukan peluang startup memperoleh dukungan pendanaan maupun membangun kolaborasi strategis.

“Kami berharap mahasiswa mampu mengubah inovasi berbasis AI dan data menjadi solusi yang bernilai sekaligus menyampaikannya secara efektif kepada investor. Kemampuan membangun produk dan kemampuan menjual nilai dari produk tersebut harus berjalan beriringan agar startup mampu tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga:Bootcamp UNM Cetak Founder Startup AI, Praktisi Industri Bongkar Strategi Bangun Bisnis yang Bertahan

Melalui Bootcamp Digital Bisnis 2026, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri startup dan ekonomi digital. Program ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemampuan komunikasi bisnis, serta kesiapan membangun startup yang inovatif dan kompetitif.

Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswanya untuk menjadi generasi muda yang mampu menciptakan solusi berbasis teknologi, menarik kepercayaan investor, dan menghadirkan startup yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian digital Indonesia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today