NusamandiriNews, Jakarta — Program Studi (prodi) Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berbasis riset yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Tidak lagi sekadar memperdalam pemrograman, program magister ini menjadi persimpangan strategis antara fondasi keilmuan, metodologi riset, dan spesialisasi teknis yang relevan di era digital.
Dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada KKNI–SN DIKTI, Prodi Magister Informatika UNM menawarkan tiga konsentrasi unggulan, yakni Artificial Intelligence (AI) & Blockchain, Software Engineering & Data Science, serta Computer Vision & Image Processing.
Baca juga:Hari Kartini, S2 Informatika UNM Ajak Perempuan Tembus Dominasi STEM
Cara Cerdas Tentukan Konsentrasi S2 Informatika
Setiap konsentrasi dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik industri. Jalur AI & Blockchain menitikberatkan pada penguasaan Advanced Machine Learning, Big Data Analysis, hingga sistem terdesentralisasi. Sementara Software Engineering & Data Science fokus pada rekayasa perangkat lunak terukur dan analisis data skala besar. Adapun Computer Vision & Image Processing mengasah kemampuan pengolahan citra dan video untuk kebutuhan industri seperti keamanan, medis, hingga otomotif otonom.
Ketua Program Studi Magister Informatika UNM, Prof. Dr. Agus Subekti, menegaskan bahwa pemilihan konsentrasi menjadi langkah krusial dalam perjalanan akademik mahasiswa.
“Memilih konsentrasi bukan sekadar mengikuti tren seperti AI atau Blockchain. Mahasiswa harus memahami kesesuaian dengan latar belakang, minat riset, serta arah karier yang ingin dibangun. Keputusan ini akan sangat menentukan kualitas tesis dan kompetensi yang dimiliki saat lulus,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (20/4).
Ia juga menambahkan bahwa seluruh mahasiswa akan dibekali fondasi keilmuan yang sama sebelum memasuki tahap spesialisasi.
“Melalui matrikulasi dan mata kuliah inti seperti Algorithms and Complexity, Advanced Probability and Statistics, hingga Technopreneurship, kami memastikan mahasiswa memiliki dasar yang kuat, baik secara teknis, metodologis, maupun etika. Ini penting agar lulusan tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di industri,” jelasnya.
Prof. Agus turut mengingatkan agar calon mahasiswa tidak terjebak pada kesalahan umum dalam memilih jalur studi.
Baca juga:Berani Kuliah Global? UNM Buka Akses Internasional
“Banyak yang memilih konsentrasi karena ikut-ikutan atau sekadar melihat nama besar. Padahal, di semester lanjut, ada metodologi riset spesifik yang harus selaras dengan minat. Jika tidak, proses tesis bisa menjadi beban. Pilihlah dengan data dan pertimbangan matang, bukan hanya antusiasme,” tegasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong lahirnya lulusan Magister Informatika yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kuat dalam riset dan beretika. Dengan tiga jalur konsentrasi dan satu tujuan besar, UNM mempersiapkan talenta digital yang siap bersaing di era teknologi yang semakin kompleks.
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 dan membangun karier di bidang teknologi, memahami pilihan konsentrasi sejak awal menjadi kunci. Saatnya tentukan arah masa depan dengan tepat karena pilihan hari ini menentukan kualitas karier esok hari.









