NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melihat lonjakan signifikan minat generasi muda terhadap jurusan Sains Data seiring pesatnya perkembangan teknologi berbasis data di tahun 2026. Tren ini didorong oleh meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI), big data, dan machine learning di berbagai sektor industri.
Saat ini, data telah menjadi aset strategis dalam pengambilan keputusan, baik di bidang bisnis, kesehatan, hingga pemerintahan. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga ahli di bidang Sains Data terus meningkat dan menjadi salah satu profesi paling dicari di pasar kerja.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Sains Data UNM Juara Nasional Ciptakan Smart Door Lock Berbasis IoT
Jurusan Sains Data Meledak di 2026
Berdasarkan berbagai laporan industri global, profesi seperti data analyst, data scientist, hingga business intelligence specialist masuk dalam kategori pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat. Hal ini menjadikan jurusan Sains Data sebagai pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karier menjanjikan di masa depan.
Menurut Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, meningkatnya minat terhadap bidang ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Saat ini hampir semua keputusan bisnis berbasis data. Artinya, kebutuhan terhadap lulusan yang mampu mengolah dan menganalisis data akan terus meningkat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (27/3).
Ia juga menekankan bahwa Sains Data bukan sekadar mengolah angka, tetapi menghasilkan insight yang bernilai.
“Sains Data itu kombinasi antara logika, teknologi, dan pemahaman bisnis. Itu yang membuat jurusan ini sangat relevan di era sekarang,” tambahnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan kurikulum berbasis industri yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Mahasiswa dibekali kemampuan mengolah data menggunakan berbagai tools yang umum digunakan di dunia kerja.
Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga dilatih untuk mampu menerjemahkan data menjadi strategi bisnis yang aplikatif. Hal ini menjadi nilai tambah penting di tengah kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Namun demikian, Sains Data juga memiliki tantangan tersendiri. Bidang ini menuntut kemampuan analisis yang kuat, ketelitian tinggi, serta komitmen untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.
“Sains Data memang punya prospek besar, tapi tidak instan. Mahasiswa harus siap belajar terus dan mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat,” jelasnya.
Dengan semakin berkembangnya era digital, peran data dipastikan akan semakin krusial di masa depan. Oleh karena itu, memilih jurusan Sains Data bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang terus berkembang.
“Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen mencetak talenta digital yang siap bersaing di era ekonomi berbasis data,” tutupnya.









