NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat transformasi pendidikan melalui integrasi konsep kampus digital dengan Internship Experience Program (IEP) 3+1 di Program Studi (prodi) Manajemen. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh tiga tahun perkuliahan di kampus dan satu tahun pembelajaran di luar kampus melalui magang industri, proyek bisnis, maupun program profesional lainnya.
Program tersebut dirancang sebagai strategi konkret menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis dan berbasis digital. Dalam implementasinya, kunjungan industri menjadi tahap awal atau bridging program untuk mempersiapkan mahasiswa secara akademik, mental, dan kompetensi sebelum memasuki tahun industri.
Baca juga:Cuma Gelar Tak Cukup? UNM Uji Mahasiswa Manajemen dengan Digital Marketing
Kuliah 3 Tahun Langsung Setahun di Industri
Melalui kunjungan industri terstruktur, mahasiswa Manajemen dapat memetakan karakter industri, kebutuhan kompetensi, hingga peluang karier yang sesuai dengan minat dan keahliannya. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak lagi memilih tempat magang secara coba-coba, melainkan berdasarkan pemahaman nyata terhadap proses bisnis, budaya kerja, serta tantangan perusahaan.
Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, menegaskan bahwa integrasi kampus digital dan IEP 3+1 menjadi strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami merancang pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi terhubung langsung dengan praktik industri. Kunjungan industri dan Program IEP 3+1 memastikan mahasiswa Manajemen memiliki kesiapan kerja, portofolio digital, dan pengalaman profesional sebelum lulus,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (4/3).
Dalam konteks kampus digital, tegasnya, mahasiswa juga didorong membangun portofolio sejak dini. Hasil observasi industri dapat dikembangkan menjadi analisis proses bisnis digital, rancangan strategi pemasaran berbasis data, hingga proposal proyek transformasi digital yang dapat dieksekusi saat memasuki tahun magang.
“Mahasiswa prodi Manajemen UNM dibekali kompetensi analisis data, pemasaran digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk bisnis. Integrasi ini membuat pengalaman lapangan selaras dengan capaian pembelajaran kurikulum,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program IEP 3+1 juga membuka peluang mahasiswa untuk terlibat dalam proyek transformasi digital perusahaan, pendampingan UMKM mitra, hingga riset terapan berbasis kebutuhan industri. Skema ini sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong pembelajaran di luar kampus serta kolaborasi aktif dengan dunia usaha dan dunia industri.
Baca juga:Siap Jadi Pebisnis Muda? Kuliah Manajemen di UNM
Dengan pendekatan tersebut, kesiapan kerja (work readiness) mahasiswa semakin kuat. Mereka tidak hanya memahami konsep manajemen secara teoritis, tetapi juga terbiasa dengan ritme kerja profesional, penggunaan sistem digital perusahaan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Melalui integrasi kampus digital, kunjungan industri, dan Internship Experience Program 3+1, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya mencetak lulusan Manajemen yang tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga siap berkarier, berwirausaha, dan berkontribusi dalam transformasi bisnis digital di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.










