
NusamandiriNews, Bekasi – Program Studi (prodi) Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadiri ajang Grand Final IEEE YESIST12 yang diselenggarakan di BSI Convention Center, Bekasi pada 2-3 Okboter 2026, lalu. Perhelatan internasional ini menjadi wadah berkumpulnya para inovator muda dari berbagai negara untuk memamerkan solusi teknologi berkelanjutan.
IEEE YESIST12 (Youth Endeavour for Social Innovation and Sustainability) merupakan kompetisi inovasi global yang berfokus pada penyelesaian tantangan sosial melalui teknologi. Rangkaian acara puncak ini mempertemukan peserta internasional untuk berbagi gagasan, memamerkan karya, serta memperluas kolaborasi lintas negara.
Baca juga:IEEE YESIST12 2026 Dorong Generasi Muda Ubah Pengetahuan Jadi Peluang
Magister Informatika UNM
Kehadiran UNM dalam agenda global ini diwakili langsung oleh Sekretaris Prodi Magister Informatika, Dr. Eni Heni Hermaliani. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap ide-ide kreatif yang ditunjukkan para peserta selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, ajang ini memberikan ruang kolaborasi yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Adalah suatu kehormatan dapat hadir dan menyaksikan secara langsung dedikasi serta kreativitas para inovator muda dalam memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. YESIST12 menjadi ruang yang sangat berharga untuk bertukar ide, mendapatkan inspirasi, sekaligus memperkuat jejaring di tingkat internasional,” kata Dr. Eni dalam keterangan rilis, pada Jumat (9/10).
Baca juga:IEEE YESIST12 2026 Hadirkan Workshop Young Professionals
Ia menambahkan, partisipasi aktif dalam forum global seperti ini mempertegas komitmen Program Studi Magister Informatika UNM untuk terus meningkatkan wawasan riset dan reputasi akademik di kancah dunia.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam ekosistem inovasi global. Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat mahasiswa dan dosen untuk terus menghasilkan riset berkualitas yang berdampak bagi masyarakat luas,” tegasnya.







