
NusamandiriNews, Depok — Kemampuan berbicara di depan umum bukan lagi sekadar bakat alami yang hanya dimiliki sebagian orang. Hal tersebut dibuktikan oleh Marriszka Suherman, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, yang berhasil masuk dalam Top 50 Duta Pembicara Muda Indonesia.
Kisah inspiratif tersebut dibagikan Marriszka saat menjadi narasumber dalam program Ngobrol Asik Campus Life (NICE) 2026 bertema “Dari Kampus, ke Panggung Nasional Lewat Public Speaking” yang disiarkan secara langsung melalui TikTok @nusamandiri.
Baca juga:Jangan Cuma Pintar! Mahasiswa UNM Buktikan Public Speaking Bisa Bawa ke Panggung Nasional
Mahasiswa UNM Buktikan Public Speaking Bukan Bakat
Dalam kegiatan yang dipandu oleh Nurlina Intan Lestari dan Ardel tersebut, Marriszka menceritakan perjalanan panjangnya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi hingga mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, kemampuan public speaking yang dimiliki saat ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses belajar, latihan, serta pengalaman berorganisasi.
“Public speaking bukan kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Semua orang bisa belajar dan berkembang selama mau berlatih, berani mencoba, dan terus mengevaluasi diri,” ungkap Marriszka.
Ia menjelaskan, pengalaman mengikuti organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan berkomunikasi. Berbagai pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika mengikuti ajang Duta Pembicara Muda Indonesia hingga berhasil masuk dalam jajaran 50 besar nasional.
Selain berbagi perjalanan prestasi, Marriszka juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang masih merasa gugup ketika berbicara di depan umum. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, karena kemampuan komunikasi akan semakin berkembang melalui pengalaman dan latihan berkelanjutan.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Andry Maulana, mengatakan bahwa kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Public speaking bukan hanya membantu mahasiswa dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan diri, menyampaikan ide secara efektif, serta membuka peluang lebih luas dalam dunia profesional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (22/7).
Ia menambahkan bahwa Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan nonakademik melalui kegiatan organisasi, kompetisi, seminar, hingga program pengembangan diri.
“Keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, memimpin, dan beradaptasi dengan perubahan,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, katanya, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan soft skill mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan industri.
“Melalui berbagai kegiatan seperti Ngobrol Asik Campus Life (NICE), UNM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan inspirasi langsung dari pengalaman mahasiswa berprestasi, alumni, maupun para profesional di bidangnya,” tandasnya.
Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi diri, membangun personal branding, serta menjadi generasi digital yang kreatif, komunikatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.








