NusamandiriNews, Depok – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak talenta digital kembali terbukti melalui kiprah mahasiswanya di industri teknologi. Tidak hanya unggul secara akademik, mahasiswa UNM Kampus Margonda juga mampu membangun portofolio profesional sejak awal perkuliahan.
Sabrina Kartika, mahasiswa Program Studi (prodi) Sistem Informasi angkatan 2025, yang kini aktif berkarier di Hievents sebagai Front End Developer sekaligus Business Development. Ia memulai perjalanan profesionalnya sebagai intern pada 2025 dan kemudian dipercaya melanjutkan peran sebagai freelance profesional.
Baca juga:Mahasiswa S2 Universitas Nusa Mandiri Ciptakan Aplikasi Kesehatan Digital Sehat Rasa
Mahasiswa UNM Sudah Tembus Industri
Langkah Sabrina bekerja sejak kuliah bukan sekadar mencari pengalaman. Ia ingin mengaplikasikan langsung ilmu Sistem Informasi ke dunia industri, mulai dari membangun produk digital hingga memahami model bisnis yang menopangnya.
Sebagai Front End Developer, Sabrina bertanggung jawab mengembangkan tampilan dan pengalaman pengguna (user experience) pada produk digital. Sementara dalam perannya sebagai Business Development, ia mengasah kemampuan komunikasi, negosiasi, serta analisis peluang pasar. Kombinasi dua peran ini membuatnya tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif bisnis yang matang.
“Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara deadline proyek dan tugas kampus. Tapi justru dari situ saya belajar disiplin, problem solving, dan bekerja di bawah tekanan,” ungkap Sabrina.
Sementara itu, Kepala Kampus UNM Margonda, Andry Maulana, menegaskan bahwa capaian mahasiswa seperti Sabrina mencerminkan relevansi sistem pembelajaran di UNM dengan kebutuhan industri digital saat ini.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa memiliki mindset creator dan innovator. Ketika mahasiswa sudah terlibat dalam pengembangan produk digital sekaligus memahami sisi bisnisnya sejak kuliah, itu membuktikan bahwa proses pembelajaran di UNM tidak hanya teoritis, tetapi aplikatif dan berdampak nyata,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (23/2).
Ia menambahkan bahwa UNM Margonda terus memperkuat ekosistem akademik yang adaptif terhadap transformasi teknologi, sehingga mahasiswa dipersiapkan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan calon founder masa depan.
Baca juga: Belum Wisuda Sudah Kerja Mahasiswa UNM Kampus Margonda Tembus Industri Asuransi
Sabrina menargetkan dapat terus berkembang di bidang teknologi dan bisnis, terlibat dalam pengembangan startup berbasis digital, bahkan membangun proyek digitalnya sendiri.
“Kisah ini menjadi representasi nyata bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Kampus Digital Bisnis tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi sudah membangun karier dan visi masa depan sejak dini. Di sinilah talenta digital ditempa untuk siap bersaing di era transformasi teknologi,” tutupnya.








