NusamandiriNews, Jakarta – Transformasi digital yang kian masif membuat penguasaan data dan teknologi menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda. Tidak hanya di sektor teknologi informasi, perubahan ini juga merambah hampir seluruh industri, mulai dari bisnis, perbankan, kesehatan hingga pendidikan.
Kondisi tersebut mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri. Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi salah satu perguruan tinggi yang fokus mencetak talenta digital unggul melalui penguatan kompetensi teknologi dan analisis data sejak bangku kuliah.
Baca juga:AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar Siapkah Kamu?
Mau Karier Melejit di Era AI?
Berdasarkan laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum, sejumlah profesi seperti data analyst, artificial intelligence (AI) specialist, cyber security, dan software developer diprediksi akan menjadi yang paling dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menegaskan bahwa dunia kerja kini tidak hanya membutuhkan individu yang melek teknologi, tetapi juga mampu mengolah data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa perubahan tren ini harus direspons secara serius oleh dunia pendidikan.
“Transformasi digital telah menciptakan banyak peluang profesi baru. Mahasiswa perlu dibekali keterampilan digital, kemampuan analisis data, serta pola pikir inovatif agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, penguasaan teknologi saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan berbasis data.
Bryan juga menekankan pentingnya kemampuan analisis data sebagai salah satu faktor penentu masa depan karier. “Data saat ini menjadi aset berharga bagi perusahaan. Mahasiswa yang mampu mengolah dan menganalisis data akan memiliki peluang karier yang sangat luas di berbagai sektor industri,” jelasnya.
Selain itu, perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin memperkuat urgensi keterampilan digital. Banyak perusahaan kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, memahami perilaku konsumen, hingga menyusun strategi bisnis yang lebih tepat sasaran.
Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital juga menunjukkan tren positif. Laporan e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia terus meningkat, didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce, fintech, dan layanan digital lainnya.
Peluang ini membuka ruang besar bagi generasi muda untuk berkarier di berbagai bidang berbasis teknologi. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri. Melalui program studi berbasis teknologi dan bisnis digital, mahasiswa dibekali keterampilan praktis, kemampuan analitis, serta pola pikir inovatif,” tandasnya.
Baca juga:Peluang ke Bangku Kuliah Melalui Program Indonesia Pintar (PIP)
Bryan menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak talenta masa depan yang adaptif terhadap perubahan.
“Kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan inovasi,” tegasnya.
Dengan penguasaan data dan teknologi sejak dini, mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi di era ekonomi digital.
Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri telah dibuka. Informasi lengkap dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id/









