NusamandiriNews, Jakarta — Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan. Memasuki 2026, hampir seluruh sektor industri mengandalkan teknologi digital untuk bertahan dan berkembang, mulai dari pemasaran, operasional, hingga pengambilan keputusan.
Transformasi ini mendorong munculnya kebutuhan baru di dunia kerja, yakni talenta yang tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam strategi perusahaan. Kondisi tersebut membuat bidang bisnis digital semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang ingin relevan dengan kebutuhan industri.
Baca juga:Mau Jago Bisnis Digital? Ikuti Talkshow NiCE UNM 2026 dan Level Up Skill Kamu Sekarang!
Lulusan Bisnis Digital dari Universitas Nusa Mandiri
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menyebut bahwa bisnis digital menjadi salah satu bidang paling strategis saat ini.
“Perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang paham bisnis, tetapi juga yang menguasai digital. Kombinasi ini menjadi kunci utama di era sekarang,” ujarnya, Jumat (24/4).
Percepatan transformasi digital di Indonesia juga terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke platform digital, memperkuat kehadiran online, serta memanfaatkan data untuk memahami perilaku konsumen. Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja di bidang digital marketing, e-commerce, hingga business analyst terus meningkat.
Tak hanya perusahaan besar, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) juga mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Melalui platform digital, bisnis kini mampu menjangkau konsumen lebih luas tanpa batas geografis.
Namun demikian, untuk sukses di bidang ini, tidak cukup hanya menguasai teknologi. Diperlukan pemahaman strategi bisnis, perilaku konsumen, serta kemampuan analisis data yang kuat.
Bryan menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik.
“Mahasiswa harus terbiasa praktik, bukan hanya teori. Dunia bisnis digital sangat dinamis, sehingga mereka harus siap menghadapi perubahan yang cepat,” jelasnya.
Minat terhadap bisnis digital di Indonesia juga terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem startup dan ekonomi kreatif. Banyak anak muda kini mulai membangun usaha sendiri dengan memanfaatkan teknologi digital, membuka peluang tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai entrepreneur.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM yang telah terakreditasi Unggul menghadirkan program studi S1 Bisnis Digital yang dirancang sesuai kebutuhan industri. Mahasiswa dibekali tidak hanya teori bisnis, tetapi juga keterampilan praktis seperti digital marketing, analisis data, hingga pengelolaan bisnis berbasis teknologi.
Selain itu, pengalaman melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan industri menjadi nilai tambah dalam membentuk lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap perubahan.
Baca juga:Pempek Kito Tembus Final PIKMI 2026, Siapkah Mahasiswa UNM Kuasai Bisnis Nasional?
Bryan juga menekankan pentingnya mindset inovatif bagi generasi muda. “Di era digital, peluang sangat besar, tetapi kompetisi juga tinggi. Mereka yang mampu bertahan adalah yang terus belajar, beradaptasi, dan berani mencoba hal baru,” tambahnya.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, bisnis digital diprediksi akan terus menjadi salah satu bidang paling menjanjikan di masa depan. Bagi generasi muda, ini bukan sekadar tren, melainkan peluang nyata untuk membangun karier sekaligus menciptakan inovasi baru.
Memahami bisnis digital bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi tentang mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan besar di era serba digital. UNM hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan mencetak talenta unggul yang siap bersaing di dunia industri.









