Terapkan Audit Berbasis Risiko

NusamandiriNews, Jakarta – Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui Audit Mutu Internal (AMI) berbasis risiko. Langkah ini menjadi instrumen evaluasi strategis untuk mencapai target pengembangan program studi menuju predikat unggul dalam lima tahun ke depan.

Melalui pendekatan berbasis risiko, prodi berupaya mengidentifikasi potensi hambatan dan area perbaikan prioritas sejak dini. Hasil evaluasi ini nantinya dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program peningkatan mutu akademik yang lebih tepat sasaran.

Baca juga: Cara AI Agent Merencanakan dan Menjalankan Tugas, Ini Konsep Agentic Loop yang Perlu Dipahami

Terapkan Audit Berbasis Risiko

Ketua Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menegaskan bahwa sasaran menuju unggul memerlukan konsistensi penerapan standar mutu di seluruh proses pembelajaran.

“Target menuju unggul dalam lima tahun bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen untuk membangun program studi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. AMI berbasis risiko membantu kami menentukan prioritas perbaikan secara terukur,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (16/10).

Ia menambahkan, penguatan mutu diprioritaskan pada penyesuaian kurikulum industri, peningkatan kompetensi dosen, hingga efektivitas dokumentasi kinerja. Setiap temuan audit akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang jelas, lengkap dengan indikator keberhasilan dan tenggat waktu perbaikan.

“Kami ingin membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen. Setiap temuan harus menjadi pembelajaran dan ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:Maba UNM Kampus Margonda Mulai Rancang Bisnis dan Karier Sejak Masa Orientasi

Integrasi hasil AMI ini juga diarahkan untuk memperkuat identitas akademik prodi, khususnya di bidang digital branding, pemasaran digital, dan kewirausahaan berbasis teknologi. Fokus pengembangan ini sejalan dengan komitmen UNM untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

“Langkah berkesinambungan ini menegaskan peran UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menerapkan tata kelola pendidikan yang akuntabel. Melalui evaluasi berbasis data dan penguatan budaya mutu, UNM optimistis mampu mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi di era digital,” tegasnya.