
NusamandiriNews, Jakarta — Kebutuhan industri akan profesi Digital Business Consultant meningkat pesat seiring masifnya transformasi digital di berbagai perusahaan. Profesi ini berperan strategis sebagai jembatan antara pemanfaatan teknologi dan pencapaian tujuan bisnis.
Sebagai ahli strategi, seorang Digital Business Consultant bertugas melakukan audit digital, menyusun peta jalan inovasi, hingga mengelola manajemen perubahan organisasi. Selain itu, mereka memanfaatkan analisis data untuk memberikan rekomendasi keputusan bisnis yang akurat dan menguntungkan.
Baca juga:Calon Mahasiswa UNM Didorong Jadi Kreator Bisnis Digital
Profesi Digital Business Consultant Kian Dibutuhkan
Ketua Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM), Lia Mazia, menyampaikan bahwa peluang karier di bidang ini sangat terbuka lebar bagi generasi muda yang memiliki kombinasi pemahaman bisnis dan literasi teknologi.
“Transformasi digital menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi. Kehadiran konsultan bisnis digital sangat krusial untuk membantu industri merancang strategi yang efisien. Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berkomitmen mencetak lulusan yang siap mengisi kebutuhan tersebut melalui kurikulum yang relevan dengan industri,” katanya dalam keterangan rilis, pada Rabu (9/9).
Baca juga:Bisnis Digital, Jalan Ekonomi Masa Depan
Ia menambahkan, untuk menjadi konsultan yang andal, mahasiswa dibekali keahlian teknis seperti analitik data, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Mahasiswa juga dilatih mengasah soft skills seperti komunikasi dan pemecahan masalah melalui praktik langsung.
“Meningkatnya kebutuhan tenaga ahli bisnis digital ini diharapkan menjadi momentum bagi para calon mahasiswa untuk membekali diri sejak dini. Persiapan pendidikan formal dan pengalaman praktis menjadi kunci utama dalam mencetak SDM unggul yang mampu memimpin transformasi digital di masa depan,” tutupnya.








