NusamandiriNews, Jakarta–Keberhasilan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis meloloskan sejumlah proposal dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Pada ajang bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut, berbagai tim mahasiswa UNM berhasil menembus pendanaan nasional melalui gagasan inovatif yang menggabungkan perspektif teknologi, bisnis, sosial, pendidikan, hingga kewirausahaan. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi UNM sebagai kampus yang konsisten mendorong budaya riset, kreativitas, dan inovasi mahasiswa.
Baca juga:Johan Hendri Prasetyo Raih Penghargaan Dosen Terbaik Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri
Rahasia Sukses Mahasiswa UNM Ternyata Bukan IPK
Berbeda dengan pendekatan konvensional yang sering berfokus pada satu bidang keilmuan, tim-tim PKM UNM justru dibangun melalui kolaborasi mahasiswa dari berbagai program studi. Sinergi tersebut memungkinkan lahirnya solusi yang lebih komprehensif dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di era transformasi digital.
Koordinator Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, mengatakan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam PKM 2026 tidak terlepas dari kemampuan mereka membangun kolaborasi dan mengintegrasikan berbagai keahlian dalam satu tim.
“Keberhasilan mahasiswa lolos PKM 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan inovasi yang lebih kuat, solutif, dan aplikatif. Permasalahan saat ini membutuhkan beragam sudut pandang agar solusi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (3/6).
Menurut Taopik, dunia saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu bekerja sama dengan berbagai latar belakang keilmuan untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks.
Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan PKM di Universitas Nusa Mandiri tidak hanya berorientasi pada penyusunan proposal semata. Mahasiswa juga dibekali kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, manajemen proyek, kerja sama tim, hingga kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam pengembangan inovasi.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman keilmuannya masing-masing. Ketika mahasiswa teknologi berkolaborasi dengan mahasiswa bisnis atau bidang lainnya, lahirlah solusi yang tidak hanya inovatif secara teknis, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan peluang implementasi yang lebih besar,” tambahnya.
Keberhasilan sejumlah proposal PKM 2026 juga menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin mampu memperkaya proses riset dan pengembangan ide. Mahasiswa dapat melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang sehingga solusi yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Baca juga:Mahasiswa UNM Sulap Limbah Kelapa Jadi Pengganti Styrofoam, Lolos Pendanaan PKM Nasional 2026
Sebagai Kampus Digital Bisnis, tegasnya, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi, kreativitas, serta inovasi berbasis teknologi dan kebutuhan industri. Melalui berbagai program pembinaan kemahasiswaan, kampus berupaya melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan, mampu bekerja dalam tim lintas bidang, serta siap menghadapi tantangan global.
“Capaian mahasiswa pada PKM 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci utama dalam menciptakan inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam mencetak talenta unggul yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing di era digital,” tutupnya.










