Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

Riset UNM di ICITRI 2025: AI Bisa Bantu Cari Wajib Pajak “Nakal” Lebih Cepat

badge-check

NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali bikin gebrakan di ICITRI 2025 (The 4th International Conference on Information Technology Research and Innovation) yang digelar pada Kamis-Jumat, 11–12 September 2025 di Kampus Margonda, Depok.

Kali ini, riset kece datang dari Teguh Herwanto dan Muhammad Haris, mahasiswa dan dosen Prodi Ilmu Komputer UNM. Mereka ngenalin cara baru pakai Artificial Intelligence (AI) buat milih kandidat wajib pajak perusahaan yang berpotensi diaudit.

Baca juga:ICITRI 2025: UNM Perkuat Riset Digital, dari AI Prediksi Banjir hingga Kesehatan Mental

Riset UNM di ICITRI 2025

Masalahnya gini: dari 47 ribu data wajib pajak, cuma sekitar 5,7% yang beneran kena audit. Artinya, data nggak seimbang banget dan susah diproses pake metode lama. Nah, tim ini pakai teknik TabNet + semi-supervised learning + undersampling biar AI bisa belajar lebih smart meski data positifnya dikit.

Hasilnya? Model TabNet mereka bisa mencapai recall 95,6%, jauh lebih jago dibanding metode lain kayak LightGBM (72,1%) atau Artificial Neural Network (66,7%). Dengan kata lain, AI ini lebih “peka” buat nemuin perusahaan yang layak diperiksa pajaknya.

“Target kita bukan cuma bikin model canggih, tapi juga yang bisa dipakai langsung di dunia nyata. Dengan cara ini, audit pajak bisa lebih efisien, nggak buang-buang waktu periksa yang patuh, tapi fokus ke yang berpotensi nakal,” jelas Teguh dalam rilis yang diterima, pada Jumat (12/9).

Menurutnya, pendekatan ini bisa bantu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ningkatin kepercayaan publik, ngurangin beban administratif, dan bikin sistem perpajakan lebih adil.

Baca juga:ICITRI 2025: Rektor UNM Dorong Riset Bertransformasi Jadi Inovasi Global

“Bayangin aja, AI bisa bantu pemerintah nge-detect pola penghindaran pajak yang makin rumit. Jadi bukan cuma cepat, tapi juga lebih fair,” tambah Muhammad Haris selaku dosen pembimbing.

Riset ini nunjukin kalau UNM serius jadi Kampus Digital Bisnis yang nggak cuma ngomongin teknologi, tapi bener-bener ngasih solusi buat masalah nyata di masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Main-Main, Prodi Bisnis Digital UNM Fokus Mutu Akademik

9 Februari 2026 - 14:15 WIB

Prodi Bisnis Digital UNM Fokus Mutu Akademik

Bidik Akreditasi Unggul, Prodi Bisnis Digital UNM Tancap Gas

9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Bidik Akreditasi Unggul

Mau Lulus Siap Kerja? FEB UNM Akan Gelar Sertifikasi Digital Marketing

9 Februari 2026 - 12:00 WIB

FEB UNM Gelar Sertifikasi Digital Marketing

Siap Go Internasional? UNM Matangkan ICITRI 2026 Berstandar IEEE

9 Februari 2026 - 11:28 WIB

UNM Matangkan ICITRI 2026 Berstandar IEEE

Siap Kerja di Era AI? FEB UNM Siapkan Lulusannya dari Bangku Kuliah

9 Februari 2026 - 11:12 WIB

FEB UNM Siapkan Lulusannya dari Bangku Kuliah
Sedang Tren di Berita