
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat mutu akademik melalui Program Studi Informatika dengan menggelar Pertemuan Dosen Pembimbing dan Persamaan Persepsi Pembimbingan Tugas Akhir (TA), pada Jumat (27/3).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen pembimbing tugas akhir dan dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Informatika (S1), Arfhan Prasetyo. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan proses bimbingan berjalan lebih efektif, terarah, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Baca juga: Sains Data vs Informatika, Bedanya di Mana?
UNM Dorong Lulusan Informatika
Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah poin penting, mulai dari evaluasi pelaksanaan bimbingan TA periode 2025-1 dan 2025-2, identifikasi kendala yang dihadapi dosen dan mahasiswa, hingga perumusan langkah perbaikan ke depan. Selain itu, penegasan terhadap penerapan kode etik pembimbingan juga menjadi perhatian utama, mencakup profesionalisme, tanggung jawab, serta komunikasi yang efektif.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menyamakan pemahaman terkait outline dan sistematika penulisan tugas akhir, guna memastikan kesesuaian dengan standar akademik yang berlaku di lingkungan Prodi Informatika.
Proses pembimbingan dibahas secara menyeluruh, mulai dari penentuan topik, pelaksanaan bimbingan berkala, hingga penyelesaian tugas akhir tepat waktu. Sebagai bagian dari peningkatan kualitas lulusan, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis juga menegaskan bahwa luaran TA tidak hanya berupa laporan, tetapi wajib menghasilkan artikel ilmiah terpublikasi serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ketua Program Studi Informatika (S1), Arfhan Prasetyo, menegaskan pentingnya keselarasan dalam proses pembimbingan.
“Kesamaan persepsi antar dosen pembimbing menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas bimbingan. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan arahan yang konsisten, sehingga mampu menyelesaikan tugas akhir tepat waktu dengan luaran yang tidak hanya akademis, tetapi juga memiliki nilai publikasi dan potensi HKI,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Sabtu (28/3).
Baca juga:AI Jangan Cuma Jadi Tren Mahasiswa Informatika Harus Kuasai Sekarang
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas lulusan di era digital.
“Melalui forum ini, kami terus mendorong budaya riset dan inovasi agar karya mahasiswa tidak berhenti sebagai laporan, tetapi bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan teknologi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Informatika UNM berharap tercipta sinergi yang kuat antar dosen pembimbing dalam mendukung mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.








