NusamandiriNews, Jakarta — Program Studi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset teknologi mutakhir. Pada Selasa, 14 April 2026, mahasiswa memaparkan rencana penelitian tesis dalam ajang Seminar Proposal (Sempro) yang digelar secara daring.
Kegiatan ini merupakan hari ke-3 dari rangkaian Seminar Proposal Tesis Periode 1-2026 yang berfokus pada integrasi Machine Learning dan Blockchain guna menjawab tantangan keamanan serta efisiensi data di berbagai sektor industri.
Baca juga: Sempro Tesis UNM 2026: Riset AI, IoT & Blockchain Kian Tajam
Sempro Hari ke-3 UNM Sorot AI & Blockchain
Sesi dibuka oleh Ryeisa Taskia yang mengangkat topik deteksi anomali pada transaksi pajak melalui kerangka audit trail berbasis Blockchain. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, M.Kom., dan dievaluasi oleh Prof. Dr. Eng. Hilman F. Pardede, S.T., M.Eng.
Selanjutnya, Lusindah Erdian Nova memaparkan riset terkait deteksi anomali dalam jaringan Blockchain dengan bimbingan Prof. Dr. Eng. Hilman F. Pardede dan evaluasi dari Dr. Kursehi Falgenti, M.Kom.
Diskusi semakin berkembang saat Muhammad Firmansyah mengusulkan mekanisme audit data berbasis Blockchain untuk sistem informasi keluarga, di bawah bimbingan Prof. Hilman dan evaluasi Dr. Kursehi Falgenti.
Sementara itu, Nendi Sunendar menghadirkan inovasi integrasi Deep Learning dan Blockchain untuk optimalisasi peramalan serta manajemen inventori obat di rumah sakit mitra BPJS, dengan bimbingan Dr. Kursehi Falgenti dan evaluasi dari Zico Pratama Putra, ST, M.Sc, Ph.D.
Menutup sesi, Muhammad Supriyadi mengangkat isu keamanan siber melalui penelitian deteksi wallet phishing pada jaringan Ethereum. Riset ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan pengguna aset digital di tengah maraknya ancaman kejahatan siber.
Menanggapi jalannya seminar, Dr. Kursehi Falgenti, M.Kom. mengapresiasi kualitas dan keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu strategis di era digital.
“Pelaksanaan Sempro kali ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah semakin kritis dalam melihat celah keamanan digital. Kami mengapresiasi keberanian mereka mengangkat isu phishing serta audit data berbasis Blockchain dan AI. Harapannya, penelitian ini tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi keamanan ekosistem digital di Indonesia,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (15/4).
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat ekosistem riset berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Sempro tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga wadah lahirnya inovasi yang relevan dan berdampak.
Ingin jadi bagian dari inovator teknologi masa depan? Saatnya lanjut studi di UNM dan kembangkan risetmu sekarang!









