NusamandiriNews, Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas proposal serta peluang lolos pendanaan nasional, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III.
Kegiatan Bimtek Proposal P2MW 2026 ini digelar pada Rabu (4/3) pukul 09.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyusunan proposal mahasiswa agar lebih sistematis, inovatif, serta sesuai dengan indikator penilaian nasional.
Baca juga:Raih Rp20 Juta dari P2MW 2026, Daftar Sekarang!
UNM Siapkan Proposal Wirausaha Mahasiswa
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait struktur proposal P2MW, aspek administrasi, penyusunan rencana bisnis, proyeksi keuangan, hingga strategi menghadirkan nilai kebaruan dan keberlanjutan usaha. Penjelasan detail mengenai kriteria seleksi P2MW 2026 juga menjadi perhatian utama, mengingat kompetisi program kewirausahaan mahasiswa ini semakin ketat setiap tahunnya.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menyampaikan bahwa partisipasi Universitas Nusa Mandiri dalam Bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi seleksi nasional P2MW.
“Melalui Bimtek yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah III ini, kami memperoleh pemahaman teknis yang lebih komprehensif terkait standar proposal P2MW 2026. NEC akan menindaklanjuti dengan klinik proposal, mentoring intensif, serta review internal agar proposal mahasiswa Universitas Nusa Mandiri memiliki daya saing tinggi,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (5/3).
Komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam program P2MW bukanlah hal baru. Pada pelaksanaan P2MW tahun sebelumnya, mahasiswa UNM yang tergabung dalam kelompok Nutrifeed berhasil lolos seleksi nasional dan memperoleh dana hibah P2MW. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM mampu menghadirkan ide bisnis inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar dan dinilai layak mendapatkan pendanaan.
Baca juga:Siap Tembus Pendanaan P2MW 2026, Startup Mahasiswa UNM Sudah Siap?
“Capaian tersebut sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa di lingkungan kampus. Melalui pendampingan terstruktur dari NEC, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan menyusun proposal, tetapi juga dibina dalam pengembangan model bisnis, validasi pasar, serta strategi keberlanjutan usaha,” paparnya.
Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam Bimtek Proposal P2MW 2026 ini menegaskan komitmen kampus dalam mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis inovasi.
“Melalui sinergi antara institusi, pendamping, dan mahasiswa, UNM optimistis dapat kembali mencetak prestasi dalam P2MW 2026 sekaligus melahirkan startup mahasiswa yang adaptif dan berdaya saing nasional,” tutupnya.










