NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat sistem penjaminan mutu akademik. Pada Jumat (27/2), Unit Penjaminan Akademik (UPA) Program Studi Informatika (S1) menggelar pertemuan evaluasi dan perencanaan akademik sebagai langkah strategis menjaga kualitas pembelajaran dan arah pengembangan prodi periode 2023–2038.
Kegiatan ini membahas berbagai agenda penting, mulai dari penegasan kembali Visi, Misi, dan Tujuan Prodi Informatika 2023–2038 hingga evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan perkuliahan semester Gasal 2025–2026.
Baca juga:Mahasiswa Informatika Saatnya Pimpin Inovasi AI Medis
Tak Mau Lulusan Biasa
Dalam sesi evaluasi nilai mata kuliah, UPA memastikan keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan hasil penilaian mahasiswa. Transparansi, objektivitas, serta standar akademik menjadi fokus utama pembahasan.
Tak hanya itu, evaluasi juga mencakup kualitas soal ujian dan proses perakitan soal. Tingkat kesukaran, kesesuaian dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta validitas instrumen penilaian menjadi perhatian agar sistem evaluasi semakin terstandar.
UPA turut melakukan evaluasi bahan ajar guna memastikan materi kuliah relevan dengan perkembangan teknologi terkini, memiliki referensi mutakhir, serta menerapkan metode pembelajaran inovatif.
Pada agenda evaluasi tugas akhir, dibahas progres penelitian mahasiswa dan relevansi topik dengan kebutuhan industri digital. Peningkatan kualitas pembimbingan menjadi salah satu prioritas untuk memastikan lulusan Informatika UNM mampu menjawab tantangan industri teknologi.
Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa langkah evaluatif ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari strategi peningkatan mutu berkelanjutan.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami tidak ingin lulusan hanya memahami teori. Setiap evaluasi kami arahkan agar kurikulum, bahan ajar, dan sistem penilaian benar-benar relevan dengan kebutuhan industri teknologi saat ini dan masa depan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Sabtu (28/2).
Ia menambahkan bahwa persiapan persamaan persepsi mata kuliah 2025–2026 dan penyusunan bahan ajar Gasal 2026–2027 menjadi bagian dari langkah sistematis menjaga standar pengajaran antar dosen.
“Kami ingin memastikan kualitas pembelajaran konsisten di setiap kelas. Standar harus sama, mutu harus terjaga, dan lulusan harus kompetitif,” tegasnya.
Melalui pertemuan ini, Prodi Informatika Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya dalam menjalankan penjaminan mutu akademik secara berkelanjutan guna menciptakan proses pembelajaran yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kualitas lulusan di era transformasi digital.










