NusamandiriNews, Depok–Program Studi (prodi) Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyelenggarakan Ujian Sidang Tesis Periode 2 Tahun 2025 sebagai tahapan akhir studi mahasiswa pascasarjana. Sidang dilaksanakan secara tatap muka pada 2–3 Februari 2026 di UNM Kampus Margonda, jl Margonda Raya no 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri memandang sidang tesis tidak hanya sebagai proses evaluasi akademik, tetapi juga sebagai ruang diseminasi gagasan dan inovasi berbasis riset. Melalui forum ini, mahasiswa mempertanggungjawabkan kontribusi ilmiah yang telah dikembangkan selama masa studi di hadapan tim dosen penguji dan pembimbing.
Baca juga: Gelar S2 Tak Jamin Karier? UNM Tawarkan Solusi Magister Informatika Unggul
Magister Informatika UNM Langsung Uji Solusi Nyata
Beragam topik strategis dipresentasikan dalam sidang tersebut. Mahasiswa mengangkat isu-isu aktual di bidang kecerdasan buatan (Artificial intelligence /AI), machine learning, analisis data, sistem informasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk kebutuhan industri, kesehatan, dan infrastruktur. Setiap penelitian dipaparkan secara sistematis, mulai dari metodologi, temuan riset, hingga potensi implementasinya.
Sejumlah penelitian menunjukkan capaian yang signifikan. Salah satu tesis mengenai peningkatan klasifikasi obesitas menggunakan metode pembelajaran mesin dan seleksi fitur telah dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus Quartile (Q2). Penelitian tersebut menawarkan pendekatan analisis kesehatan berbasis data yang lebih akurat.
Topik lain membahas pengembangan sistem prediksi dini batu empedu berbasis bioimpedansi dan data laboratorium menggunakan machine learning teroptimasi, sebagai upaya mendukung deteksi medis preventif. Di bidang infrastruktur, mahasiswa mempresentasikan riset deteksi retak pada struktur tanggul menggunakan deep learning berbasis object detection dan segmentation untuk meningkatkan keamanan konstruksi dan mitigasi risiko bencana.
Inovasi juga muncul pada bidang tata kelola dokumen pendidikan. Salah satu tesis merancang arsitektur smart contract dinamis untuk sertifikat pendidikan sekolah dasar berbasis blockchain dan chatbot AI, yang menawarkan sistem pengelolaan dokumen yang aman, transparan, dan terotomatisasi.
Ketua Program Studi Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Agus Subekti, MT, mengatakan bahwa sidang tesis menjadi indikator kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang.
Baca juga:Siap Jadi Leader Digital? Ikuti Open House Magister Informatika UNM
“Sidang tesis menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi berbasis riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (5/2).
Ia menegaskan bahwa proses ini memberikan pengalaman akademik yang penting pada mahasiswa peserta sidang, khususnya dalam melatih komunikasi ilmiah dan memperluas sudut pandang melalui masukan dari para penguji. Penyempurnaan penelitian selanjutnya diarahkan untuk publikasi ilmiah yang lebih luas.
“Melalui pelaksanaan sidang tesis secara berkala, Prodi Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri terus mendorong penguatan budaya riset dan inovasi di lingkungan pascasarjana, sekaligus berkontribusi pada transformasi digital yang dibutuhkan di berbagai sector,” tutupnya.










