
NusamandiriNews, Depok – Perwakilan guru dari SMK Harapan Bangsa Depok dan SMK Taruna Bhakti mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam seminar edukasi yang digelar di Aula UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/9).
Pemanfaatan AI dinilai mampu mendukung efisiensi pengajaran di berbagai bidang kejuruan serta membantu guru bimbingan konseling memetakan potensi siswa. Perwakilan SMK Harapan Bangsa Depok, Ali Imran, menyampaikan bahwa materi seminar sangat relevan untuk diadopsi dalam proses pembelajaran, termasuk bidang kesehatan seperti farmasi.
Baca juga:Perkuat Peran Pendidik, Universitas Nusa Mandiri Bersiap Gelar Seminar Guru BK
Guru SMK di Depok Pelajari Pemanfaatan AI
“Misalkan di farmasi itu ada praktikum dalam meracik obat. Saya sudah tergambar, tinggal kita prompting bikin animasi atau HTML untuk bagaimana caranya bisa mengulek obat jadi satu obat racikan,” ujar Ali.
Sementara itu, perwakilan SMK Taruna Bhakti, Heni Siswati, menekankan pentingnya peran guru dalam mengarahkan etika penggunaan AI dan pembentukan karakter siswa.
“Kita memang harus melek AI agar kerja lebih efisien, tapi kita juga harus sadar bahwa urusan mendidik karakter, minat, dan mental siswa tetap butuh sentuhan manusia,” kata Heni.
Selanjutnya, Kepala UNM Kampus Margonda, Andry Maulana, menyambut positif antusiasme para pendidik dalam mengadopsi teknologi digital di ruang kelas.
Baca juga: Dorong Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Baru, Universitas Nusa Mandiri Gelar Seminar SINEMA
“Kami di UNM Kampus Margonda terus berkomitmen menjadi mitra strategis bagi sekolah-sekolah untuk bertransformasi di era digital. Penguasaan AI oleh para guru akan mempercepat hadirnya metode pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (1/10).
Melalui penyelenggaraan seminar ini, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan diharapkan mampu menyiapkan tenaga pendidik serta generasi muda yang siap bersaing di era digital,” tutupnya.







