NusamandiriNews, Jakarta–Transformasi bisnis di era teknologi digital semakin mempercepat perubahan di berbagai sektor industri. Pemanfaatan teknologi seperti cloud computing, otomatisasi proses, hingga analisis data berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing.
Fenomena ini membuka peluang besar bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terlibat langsung dalam ekosistem industri digital. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan kemampuan teoritis, tetapi juga talenta yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam strategi bisnis, pengambilan keputusan, serta pengembangan produk.
Baca juga: UNM Jajaki Kolaborasi AI dengan Eudeka, Dorong Transformasi Digital Kampus
Transformasi Digital Ubah Lanskap Bisnis
Berdasarkan data global, lebih dari 60 persen perusahaan di kawasan Asia Tenggara tengah menjalani transformasi digital guna menghadapi persaingan yang semakin ketat. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki kompetensi digital yang kuat.
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga peluang strategis bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini.
“Mahasiswa yang mampu memahami bagaimana teknologi dapat meningkatkan proses bisnis akan memiliki nilai tambah yang signifikan. Mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dalam konteks industri digital,” ujarnya, Kamis (16/4).
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital menuntut sinergi antara kemampuan teknis dan pemahaman bisnis. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan dalam sistem informasi, analisis data, serta pemanfaatan berbagai tools digital untuk mendukung strategi perusahaan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menghadirkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Program Studi Sistem Informasi membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang dan mengelola sistem digital, integrasi teknologi dalam proses bisnis, serta pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, Program Studi Bisnis Digital memberikan pemahaman tentang strategi pemasaran digital, manajemen proyek berbasis teknologi, serta pengembangan inovasi bisnis di era digital.
Bryan Givan menambahkan, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci utama keberhasilan di era modern.
“Mahasiswa yang menguasai teknologi digital sekaligus memahami aspek bisnis akan lebih siap menghadapi tantangan industri. Mereka memiliki potensi menjadi inovator yang mampu menghadirkan solusi baru bagi perusahaan dan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga:Dunia Industri Berubah Cepat, Lulusan Teknologi dan Bisnis Digital Jadi Rebutan Perusahaan
UNM dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis yang berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam transformasi digital di berbagai sektor industri.
Melalui pembelajaran yang terintegrasi antara teknologi dan bisnis, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan menciptakan solusi berkelanjutan di era digital.









