
NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) menggelar kegiatan Studium Generale bertajuk “Shaping the Future Through Computational Intelligence: Exploring New Frontiers in Computer Science and Biomedical Informatics” pada Senin (5/10). Acara yang berlangsung secara hybrid ini diselenggarakan di Aula UNM Kampus Margonda, Depok, dan disiarkan daring via Zoom Meeting.
Staf Prodi Informatika Program Doktor UNM, Dr. Ruhul Amin, M.Kom. selaku pembicara, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membuka ruang peminatan riset yang lebih luas bagi mahasiswa, khususnya pada ranah computer science dan biomedis. Perluasan ini memungkinkan penggunaan berbagai tipe data penelitian, mulai dari data visual hingga data tabular.
Universitas Nusa Mandiri Perluas Peminatan Riset
Dr. Ruhul menekankan pentingnya komitmen serta konsistensi para peneliti muda dalam memetakan research gap. Menurutnya, mahasiswa tingkat doktoral harus aktif memantau perkembangan literatur ilmiah lima tahun terakhir dari jurnal bereputasi seperti Scopus, ACM, atau IEEE.
“Pemanfaatan artificial intelligence (AI) saat ini sangat membantu proses curah gagasan mahasiswa. Namun, AI hanyalah alat bantu sehingga verifikasi mandiri terhadap hasil riset tetap wajib dilakukan,” kata Dr. Ruhul dalam wawancara usai acara, pada Senin (5/10).
Baca juga:Perkuat Budaya Riset, Universitas Nusa Mandiri Gelar Studium General Kecerdasan Komputasi
Ia menambahkan bahwa riset yang berkualitas tidak berhenti pada teori, tetapi harus bisa diterapkan di industri melalui kolaborasi lintas disiplin.
“Stadium general ini sejalan dengan komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis untuk mencetak akademisi yang responsif terhadap tantangan teknologi global,” ujarnya.







