NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan di era ekonomi digital. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Pameran Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) dan Inisiatif Pelatihan Live-Commerce yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, pada Rabu (3/6).
Kegiatan yang dihadiri perwakilan perguruan tinggi dari wilayah Jakarta dan sekitarnya itu menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Baca juga:Anak IT Bisa Magang di Kementerian Sejak Kuliah? NICE 2026 UNM Bongkar Rahasianya!
Mahasiswa Kuasai Live-Commerce
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri diwakili oleh Muhammad Faisal dan Panggah Muanif S. Keduanya memperoleh berbagai informasi terkait peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan industri, termasuk program pengembangan kompetensi mahasiswa yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Salah satu agenda utama yang disosialisasikan adalah rencana Pameran Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan DUDI, yang bertujuan mempertemukan perguruan tinggi dengan berbagai mitra industri untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, magang, rekrutmen, hingga pengembangan kompetensi.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan program pelatihan Live-Commerce, sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital generasi muda, mulai dari content creation, personal branding, digital marketing, hingga pemanfaatan platform digital untuk kegiatan bisnis dan pemasaran.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan industri yang saat ini bergerak menuju ekosistem bisnis berbasis digital dan ekonomi kreatif.
Panggah Muanif S selaku Humas Universitas Nusa Mandiri, menyampaikan bahwa perkembangan industri saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tren bisnis digital yang berkembang sangat cepat.
“Program Live-Commerce menjadi peluang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan digital yang saat ini dibutuhkan industri. Tidak hanya belajar pemasaran digital, mahasiswa juga dapat mengasah kemampuan komunikasi, membangun personal branding, menciptakan konten kreatif, dan memahami strategi bisnis digital secara lebih komprehensif,” paparnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (12/6).
Menurutnya, kehadiran UNM dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus untuk terus memperluas jejaring kemitraan strategis sekaligus membuka akses lebih luas bagi mahasiswa terhadap berbagai program pengembangan kompetensi.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting untuk memastikan mahasiswa memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan ekonomi digital yang terus berkembang,” katanya.
Baca juga:Mahasiswi UNM Tembus Magang BRIN, Bukti Sains Data Siap Riset Nasional, Yuk Ikuti Jejaknya!
Hasil dari kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi internal bersama unit-unit terkait untuk mengidentifikasi peluang implementasi program yang dapat diterapkan di lingkungan kampus. UNM juga akan menjajaki peluang kerja sama lanjutan dengan mitra industri yang terlibat dalam program, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, program magang, hingga sertifikasi kompetensi.
“Melalui partisipasi aktif dalam berbagai inisiatif yang diinisiasi LLDIKTI Wilayah III, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang terus menghadirkan inovasi pendidikan berbasis kebutuhan industri. Langkah ini sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi” dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” paparnya.










