NusamandiriNews, Jakarta–Upaya meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa terus dilakukan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LPPP), UNM menggelar Sosialisasi dan Pendaftaran Bimbingan Tugas Akhir Periode I-2026 pada Kamis (5/3) secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen pembimbing serta mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antar dosen pembimbing serta memperkuat pemahaman mengenai pedoman terbaru dalam penulisan tugas akhir.
Baca juga:UNM Perkuat Pembelajaran Transformatif, Siapkan Strategi Akademik Semester Genap
UNM Samakan Persepsi Dosen Bimbing Skripsi
Tugas akhir merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa program sarjana. Namun dalam praktiknya, dosen pembimbing kerap menghadapi tantangan terkait perbedaan pemahaman mengenai pedoman penulisan yang setiap tahun terus berkembang dan semakin detail di tingkat program studi.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Anton, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan pemahaman dosen dalam membimbing mahasiswa agar menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
“Peran dosen pembimbing sangat vital dalam memastikan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Pemahaman dosen mengenai outline dan ketentuan penulisan tugas akhir menjadi kunci agar proses bimbingan berjalan sesuai dengan standar akademik yang ditetapkan Universitas Nusa Mandiri,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, Supriyadi menjelaskan berbagai ketentuan terkait syarat serta bentuk outline tugas akhir yang dapat dipilih mahasiswa dari FTI maupun FEB. Ia juga memaparkan mengenai outline Rekognisi Tugas Akhir, yang saat ini menjadi salah satu alternatif pengganti skripsi dengan luaran akademik yang tetap setara.
Selain itu, Supriyadi juga menekankan pentingnya etika dalam proses bimbingan, termasuk hak dan kewajiban dosen pembimbing serta mahasiswa. Ia turut mengingatkan agar seluruh pihak menghindari pelanggaran yang berkaitan dengan gratifikasi, yang dapat berdampak serius terhadap status akademik dosen maupun mahasiswa.
Baca juga:UNM Evaluasi Perkuliahan dan Siapkan Strategi Baru Semester Genap
“Melalui kegiatan ini diharapkan dosen pembimbing memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola proses bimbingan mahasiswa, sehingga kualitas luaran tugas akhir mahasiswa di setiap program studi dapat terus meningkat,” jelasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen meningkatkan mutu akademik melalui berbagai program penguatan kualitas pembelajaran dan pembimbingan. Dengan adanya sosialisasi ini, UNM berharap proses penyusunan tugas akhir mahasiswa dapat berjalan lebih terarah, terstandar, serta menghasilkan karya ilmiah yang unggul dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.










