
NusamandiriNews, Jakarta – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menggelar Sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) Siklus ke-6 pada Rabu (7/10). Agenda evaluasi tahunan tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 09.00–12.00 WIB.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh jajaran pimpinan, pengelola program studi, serta seluruh unit kerja di lingkungan UNM. Agenda ini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis sekaligus menyamakan persepsi mengenai mekanisme audit, tahapan evaluasi, hingga kesiapan dokumen pendukung.
Baca juga:UNM Sukses Gelar Sosialisasi Competitions Agentic AI dan Healthkathon 2026
Sosialisasi Audit Mutu Internal Siklus Ke-6
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Proses evaluasi yang sistematis dan terukur diharapkan mampu mengidentifikasi peluang perbaikan demi menjaga kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, S.Si., M.M., M.Kom., menegaskan bahwa audit mutu merupakan instrumen strategis untuk menjaga konsistensi peningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, AMI bukan sekadar proses pemeriksaan administratif.
“Audit Mutu Internal bukan hanya menjadi bagian dari proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana bagi Universitas Nusa Mandiri untuk terus melakukan perbaikan. Melalui AMI, kita dapat melihat sejauh mana standar mutu telah dilaksanakan dan menentukan langkah-langkah peningkatan yang diperlukan,” kata Prof. Dwiza dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (9/10).
Baca juga: UNM Perkuat Jejaring Strategis, Ikuti Sosialisasi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026
Hadir sebagai narasumber, Kepala BPM UNM Lita Sari Marita, M.Kom., serta Kepala SPMI UNM Endang Pujiastuti, M.Kom. Kedua narasumber membedah teknis pelaksanaan audit agar pengumpulan bukti pendukung oleh setiap unit kerja dapat berjalan objektif dan terarah.
Melalui Sosialisasi AMI Siklus ke-6 ini, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong terciptanya budaya mutu yang berkelanjutan. Rekomendasi hasil audit nantinya akan menjadi pijakan utama dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di masa mendatang.







