Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, memastikan kualitas sumber referensi menjadi langkah penting agar hasil penelitian memiliki landasan akademik yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu acuan yang sering digunakan untuk menilai kualitas referensi ilmiah adalah status indeksasi jurnal Scopus. Tidak mengherankan jika jurnal yang terindeks Scopus kerap menjadi pilihan utama, baik sebagai sumber referensi maupun sebagai tujuan publikasi. Hal ini karena Scopus dikenal sebagai salah satu database ilmiah internasional yang memiliki standar seleksi yang ketat.
Meski demikian, ada satu hal yang sering luput dari perhatian. Banyak orang menganggap bahwa jurnal yang pernah terindeks Scopus akan selalu berada dalam database tersebut. Padahal, dalam kondisi tertentu, sebuah jurnal dapat kehilangan status indeksasinya atau masuk ke dalam kategori discontinued. Karena itu, sebelum menggunakan jurnal sebagai referensi atau mengirimkan naskah untuk publikasi, penting untuk memastikan bahwa jurnal Scopus yang dipilih masih aktif terindeks.
Baca juga: Apa Itu Turnitin untuk Mahasiswa? Ketahui Fungsi dan Cara Kerjanya
Cara Cek Jurnal Scopus Masih Aktif atau Tidak
Cara paling akurat untuk mengetahui apakah jurnal masih aktif atau telah dihentikan oleh Scopus adalah dengan memeriksa status Content Coverage melalui laman resmi Scopus maupun melalui database Scimago Journal & Country Rank (SJR).
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1. Cek Melalui Website Resmi Scopus
Website resmi Scopus merupakan sumber informasi utama untuk memverifikasi status indeksasi jurnal. Melalui website resminya, pengguna dapat melihat cakupan indeksasi (content coverage), informasi penerbit, hingga riwayat jurnal yang tercatat langsung dalam database Scopus. Karena berasal dari sumber resmi, metode ini menjadi cara yang paling direkomendasikan untuk memastikan apakah suatu jurnal masih aktif terindeks atau tidak.
- Buka Halaman Scopus Preview
Langkah pertama adalah mengunjungi halaman Scopus Preview yang menyediakan akses pencarian sumber jurnal yang terindeks dalam database Scopus. Halaman ini menjadi sumber informasi resmi untuk memverifikasi status jurnal.
- Pilih Menu Sources
Setelah halaman terbuka, pilih menu Sources yang tersedia pada bagian atas situs. Menu ini digunakan untuk menelusuri jurnal, prosiding konferensi, maupun publikasi ilmiah lainnya yang masuk dalam indeks Scopus.
- Masukkan Informasi Jurnal
Pada kolom pencarian, masukkan judul jurnal, nomor ISSN, atau nama penerbit. Setelah itu, lakukan pencarian dan pilih jurnal yang sesuai dari hasil yang muncul.
- Periksa Bagian Scopus Content Coverage
Setelah halaman profil jurnal terbuka, gulir ke bagian Scopus Content Coverage. Informasi ini menunjukkan periode cakupan indeksasi jurnal di dalam database Scopus.
- Perhatikan Status Cakupan Tahun
Jika tertulis keterangan seperti “2020 to present” atau tahun lain yang diikuti kata to present, jurnal tersebut masih aktif dalam indeksasi Scopus. Sebaliknya, apabila terdapat keterangan coverage discontinued atau cakupan tahun berhenti pada periode tertentu di masa lalu, jurnal tersebut sudah tidak lagi aktif terindeks. Pengecekan ini membantu memastikan bahwa jurnal yang akan digunakan sebagai referensi maupun tujuan publikasi masih aktif dalam database Scopus.
2. Cek Melalui Scimago Journal & Country Rank
Selain melalui situs resmi Scopus, pengecekan status jurnal juga dapat dilakukan menggunakan Scimago Journal & Country Rank (SJR) yang merupakan portal analisis jurnal ilmiah berdasarkan database Scopus untuk menyajikan berbagai metrik dan indikator kinerja jurnal.
Selain itu, SJR juga menyediakan informasi mengenai cakupan bidang ilmu, nilai SJR, jumlah sitasi, hingga status indeksasi jurnal. Karena datanya bersumber dari Scopus, platform ini sering digunakan sebagai alternatif untuk mengecek reputasi dan keberlanjutan indeksasi suatu jurnal. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan.
- Kunjungi Website Scimago Journal & Country Rank
Masuk ke situs resmi Scimago Journal & Country Rank untuk mulai melakukan pencarian jurnal yang ingin diperiksa statusnya.
- Cari Nama Jurnal Yang Ingin Dicek
Masukkan nama jurnal, ISSN, atau nama penerbit pada kolom pencarian. Setelah hasil pencarian muncul, pilih jurnal yang sesuai untuk melihat informasi detailnya.
- Periksa Profil Jurnal
Pada halaman profil jurnal akan tersedia berbagai informasi, mulai dari nilai SJR, kategori bidang ilmu, kuartil jurnal, hingga riwayat performa jurnal dari tahun ke tahun.
- Perhatikan Label Status Jurnal
Jika jurnal telah dihentikan dari indeksasi Scopus, biasanya akan muncul label berwarna merah dengan keterangan “Discontinued in Scopus“. Sebaliknya, apabila jurnal masih aktif, informasi pemeringkatan dan metrik terbaru akan tetap ditampilkan secara normal.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengecek Status Jurnal
Selain memeriksa status jurnal Scopus melalui Scopus dan SJR, terdapat beberapa indikator tambahan yang dapat diamati untuk menilai kredibilitas sebuah jurnal.
Terkadang pembaruan status penghentian indeksasi tidak langsung muncul secara bersamaan di seluruh platform. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola publikasi jurnal. Salah satu indikator yang perlu dicermati adalah jumlah artikel yang diterbitkan setiap tahun.
Apabila sebuah jurnal mengalami lonjakan jumlah publikasi yang sangat besar dalam waktu singkat tanpa didukung struktur editorial yang memadai, kondisi tersebut dapat menjadi tanda peringatan. Dalam beberapa kasus, situasi seperti ini dapat mengindikasikan adanya evaluasi kualitas atau praktik penerbitan yang tidak sesuai standar akademik.
Sebaliknya, jurnal yang kredibel umumnya menunjukkan pertumbuhan jumlah publikasi yang lebih stabil dan konsisten dari tahun ke tahun. Karena itu, pengecekan status indeksasi sebaiknya dilakukan bersamaan dengan penilaian terhadap kualitas pengelolaan jurnal secara keseluruhan.
Memastikan status jurnal sebelum digunakan sebagai referensi atau tujuan publikasi merupakan langkah yang penting dalam kegiatan akademik. Melalui situs resmi Scopus maupun Scimago Journal & Country Rank, status aktif atau tidaknya sebuah jurnal dapat diperiksa secara relatif mudah.
Pengecekan tersebut membantu memastikan bahwa referensi yang digunakan berasal dari sumber yang masih diakui dan memiliki kredibilitas yang baik. Dengan demikian, kualitas penelitian maupun publikasi ilmiah dapat tetap terjaga sesuai standar akademik yang berlaku.
Persiapkan Karier Profesional dengan Pendidikan yang Relevan bersama UNM
Pemahaman mengenai jurnal Scopus, publikasi ilmiah, dan kualitas penelitian menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin berkembang di dunia akademik maupun profesional. Oleh karena itu, memilih perguruan tinggi yang mendukung pengembangan kompetensi menjadi hal yang perlu dipertimbangkan sejak awal.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) merupakan perguruan tinggi yang telah terakreditasi secara resmi oleh BAN-PT. Selain memberikan pendidikan akademik, UNM juga berfokus pada pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusannya memiliki nilai tambah untuk membangun karier profesional.
Program studi yang tersedia dirancang sesuai perkembangan industri modern, seperti Sistem Informasi, Informatika, Sains Data, Manajemen, dan Bisnis Digital. Bidang-bidang tersebut terus dibutuhkan oleh berbagai sektor industri yang berkembang saat ini.
Selain itu, biaya pendidikan di UNM relatif terjangkau dan fleksibel dengan sistem pembayaran yang dapat dilakukan secara online. Dengan kombinasi antara kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi, dan kemudahan akses pembiayaan, Universitas Nusa Mandiri dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang layak dipertimbangkan untuk mempersiapkan masa depan akademik maupun karier profesional.










