Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Jangan Sekadar Peringati Kartini, Saatnya Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Digital

badge-check


					Jangan Sekadar Peringati Kartini, Saatnya Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Digital Perbesar

NusamandiriNews–Peringatan Hari Kartini setiap tahun selalu menghadirkan refleksi tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan. Namun di tengah arus transformasi digital yang kian cepat, makna perjuangan Kartini semestinya tidak berhenti pada seremoni. Pertanyaan yang lebih relevan hari ini adalah, sejauh mana semangat itu telah diterjemahkan menjadi kesiapan generasi muda menghadapi masa depan?

Di era digital, tantangan pendidikan tidak lagi sekadar membuka akses, melainkan memastikan kualitas dan relevansi. Dunia kerja telah berubah drastis. Digitalisasi menggeser pola bisnis, menciptakan jenis pekerjaan baru, sekaligus menghapus peran-peran lama yang tidak lagi adaptif. Dalam situasi ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki lebih dari sekadar pengetahuan akademik.

Baca juga: Jurusan Bisnis Digital UNM Jadi Incaran Generasi Z, Siap Cetak Talenta Ekonomi Digital

Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) memandang bahwa pendidikan harus mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, serta jiwa kewirausahaan agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan.

Semangat Kartini, jika ditarik ke konteks kekinian, adalah tentang keberanian untuk melampaui batas. Dahulu, batas itu berupa akses pendidikan bagi perempuan. Kini, batas itu hadir dalam bentuk keterbatasan keterampilan, minimnya inovasi, serta ketergantungan pada pola pikir lama yang tidak lagi relevan.

Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan bisnis digital, pelatihan kewirausahaan, hingga proyek berbasis industri.

Pendekatan ini penting karena dunia nyata menuntut kemampuan aplikatif. Lulusan tidak lagi dinilai dari seberapa tinggi nilai akademiknya, tetapi dari seberapa besar dampak yang mampu dihasilkan. Kemampuan menciptakan solusi, membaca peluang, dan beradaptasi dengan teknologi menjadi kunci utama.

Selain itu, momentum Kartini juga relevan dalam memperkuat peran perempuan di era ekonomi digital. Teknologi telah membuka akses yang lebih luas dan inklusif. Perempuan kini memiliki peluang yang sama untuk menjadi pelaku bisnis, inovator, maupun pemimpin. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika diiringi dengan kompetensi yang memadai.

Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi ruang pemberdayaan yang nyata. Tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keberanian, dan pola pikir inovatif.

Generasi muda Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, mereka memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton.

Baca juga: Dari Problem Solving hingga Literasi Digital, Ini Skill yang Dicari HRD di Dunia Kerja Era Digital

Namun peluang itu tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan kesiapan, kemauan belajar, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Pada akhirnya, memperingati Kartini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang lebih relevan. Pendidikan yang adaptif, mahasiswa yang inovatif, serta keberanian untuk menciptakan perubahan adalah wujud nyata dari semangat tersebut.

Sudah saatnya generasi muda tidak hanya memahami semangat Kartini, tetapi mengaktualisasikannya menjadi kreator, inovator, dan penggerak ekonomi digital Indonesia.

Penulis: Instianti Elyana, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPK Tinggi Tak Menjamin! Ini Alasan Lulusan Baru Sulit Dapat Kerja di 2026

21 April 2026 - 15:43 WIB

Alasan Lulusan Baru Sulit Dapat Kerja

Dunia Industri Berubah Cepat, Lulusan Teknologi dan Bisnis Digital Jadi Rebutan Perusahaan

14 April 2026 - 13:19 WIB

Lulusan Teknologi dan Bisnis Digital Jadi Rebutan Perusahaan

Tak Harus Skripsi! Saatnya Mahasiswa Buktikan Kompetensi Nyata

13 April 2026 - 09:23 WIB

Jangan Tertinggal! Prodi Bisnis Digital Jadi Investasi Masa Depan Generasi Muda

13 April 2026 - 08:24 WIB

Prodi Bisnis Digital Jadi Investasi Masa Depan

Riset Mahasiswa UNM Ungkap TikTok Jadi Penentu Keputusan Belanja, Tapi Bukan Faktor Utama

10 April 2026 - 15:18 WIB

Riset Mahasiswa UNM
Sedang Tren di Berita