Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Pilih Circle Membangun Jangan Terjebak Eksklusif

badge-check


Pilih Circle Membangun Jangan Terjebak Eksklusif Perbesar

NusamandiriNews–Banyak mahasiswa mengira lingkaran pertemanan hanyalah soal siapa yang sering duduk bersama di kelas atau makan siang bareng di kantin. Padahal, circle pertemanan adalah ruang strategis yang sangat memengaruhi stabilitas emosional, perkembangan sosial, bahkan prestasi akademik.

Teman yang tepercaya menjadi tempat pertama untuk berbagi cerita, mengurai stres, dan mencari dukungan moral saat tekanan akademik datang bertubi-tubi. Kesamaan fase kehidupan membuat mahasiswa lebih nyaman berbagi dengan teman sebaya. Di titik inilah circle menjadi jangkar keseimbangan mental selama masa pendidikan.

Baca juga: Mahasiswa Manajemen Jangan Diam Ambil Peran Digitalisasi UMKM Sekarang

Pilih Circle Membangun

Namun, saya ingin mengingatkan satu hal penting: circle yang sehat adalah yang inklusif, bukan eksklusif. Lingkaran pertemanan memang membantu mahasiswa membangun identitas diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus. Interaksi yang intens memperluas pengalaman sosial dan memperkaya cara berpikir. Kelompok yang suportif bahkan mampu meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, serta kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas.

Tetapi ketika circle berubah menjadi kelompok tertutup, dampaknya berbeda. Fokus pada satu kelompok saja dapat membatasi ragam perspektif. Mahasiswa kehilangan kesempatan berdiskusi dengan orang baru, mempelajari strategi belajar berbeda, dan memperluas wawasan akademik.
Eksklusivitas yang berlebihan justru dapat menghambat pertumbuhan.

Mahasiswa yang enggan berinteraksi di luar kelompoknya cenderung kesulitan mengasah kemampuan adaptasi, problem solving, dan kreativitas. Padahal, dunia kerja terlebih di era digital bisnis, menuntut kolaborasi lintas karakter, lintas budaya, dan lintas disiplin.

Sebagai Ketua LPPP di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, saya memandang pentingnya membangun budaya pertemanan yang empatik dan inklusif. Lingkungan yang penuh pengertian membuat mahasiswa merasa diterima dan dihargai. Dari situlah iklim akademik yang kondusif tumbuh.

Mahasiswa yang merasa aman secara emosional akan lebih berani bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi. Empati memperkuat relasi sosial sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tentu, konflik dalam pertemanan tidak bisa dihindari. Perbedaan pendapat kerap memicu gesekan. Namun justru di sanalah mahasiswa belajar mengelola konflik secara dewasa, bersaing secara sehat, dan menjaga hubungan tetap profesional.

Baca juga: Sains Data vs Informatika, Bedanya di Mana?

Sahabat yang solid dapat menjadi penyangga stres akademik. Kehadiran mereka membantu meringankan beban emosional dan membuat proses belajar terasa lebih ringan. Tetapi circle yang sehat bukan yang menutup diri, melainkan yang membuka ruang kolaborasi lebih luas.

Di era Kampus Digital Bisnis, mahasiswa dituntut adaptif dan kolaboratif. Kemampuan membangun jejaring sosial yang sehat adalah bagian dari kompetensi masa depan. Karena itu, pilihlah circle yang mendorongmu berkembang, bukan yang membatasi langkahmu.

Bangun pertemanan yang inklusif, perluas jejaring, dan tumbuh bersama di lingkungan kampus yang sehat dan produktif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jangan Jadi Tentara Hoaks Bangun Literasi Digital Sekarang

13 Maret 2026 - 08:44 WIB

Bangun Literasi Digital Sekarang

Jago UI UX Sejak Kuliah Siap Rebut Peluang Karier Digital

12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Jago UI UX Sejak Kuliah

Jangan Takut Skripsi Jadikan Penelitianmu Solusi Bisnis

12 Maret 2026 - 14:10 WIB

Jadikan Penelitianmu Solusi Bisnis

Bayangkan Kampus Tanpa Perpustakaan Masihkah Ilmu Punya Arah

11 Maret 2026 - 11:25 WIB

Kampus Tanpa Perpustakaan

Belajar Manajemen Jangan Hanya di Kelas, Saatnya Terjun ke Dunia Nyata

11 Maret 2026 - 10:25 WIB

Belajar Manajemen Jangan Hanya di Kelas
Sedang Tren di Opini