Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

Pentingnya Kecerdasan Buatan Dalam Tranformasi Digital

badge-check

DEPOK, NusamandiriNews – Kegiatan The Sixth ICIC (International Conference on Informatics and Computing) 2021 dalam rangkaian kegiatan Rakornas Aptikom (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) 2021, berlangsung secara daring, Rabu (3/11).

Pada sesi terakhir ICIC 2021, ditutup dengan menghadirkan keynote spekear, Prof Ismail Khalil, Deputy Head of the Institute of Telecooperation, Johannes Kepler University Linz, Austria. Dengan tema yang dibawakan berjudul “Intelligence in the Age of Artificial Intelligence”.

Baca Juga : Aptikom Dukung Percepatan Tranformasi Digital

Prof Ismail mengatakan, kecerdasan merupakan kemampuan untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan. Kecerdasaan melibatkan aktivitas mental tertentu yakni learning, reasoning, understanding, truth finding, seeing relationships, considering meaning dan acting.

“Dalam bagan multiple intelligences chart, terdapat beberapa point utama yakni kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan ritmik, kecerdasan intrapersonal (dalam diri), kecerdasan interpersonal (antar orang lain) dan kecerdasan naturalis,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa, kecerdasan buatan merupakan sub bidang ilmu komputer yang ditunjukkan untuk pengembangan komputer dengan kemampuan melakukan hal-hal yang membutuhkan suatu kecerdasaan seperti perilaku manusia, dimana mampu berpikir dan bertindak secara cerdas.

“Dengan kecerdasan buatan, maka diperoleh sebuah keuntungan dimana adanya peningkatan sumber daya komputasi, pertumbuhan data yang eksplosif, pergeseran dari kecerdasaan buatan yang luas dan fokus yang lebih dalam pada masalah tertentu. Pergeseran dari rekayasa pengetahuan dimana semua tetap disesuaikan pada sebuah aturan yang berlaku, dan model penalaran oleh mesin yang mampu berpikir layaknya manusia,” jelasnya.

Baca Juga : Kecerdasan Artifisial Sebagai Percepatan Semua Sektor

Maka, imbuhnya, dengan adanya kecerdasan buatan ini, diharapkan menjadikan ilmu pengetahuan semakin berkembang. Sehingga terciptalah sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital dengan begitu cakap dan pintar.

“Sehingga transformasi digital dapat dicapai dengan adanya pemanfaatan kecerdasaan buatan dan penerapannya di segala aspek kehidupan,” tutupnya.(MKU)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AI Melejit, Image Processing Jadi Skill Wajib Mahasiswa UNM

25 Februari 2026 - 14:50 WIB

Skill Wajib Mahasiswa UNM

Semester 2 Sudah Magang di Mahaka Media Mahasiswa UNM Bikin Kaget

25 Februari 2026 - 14:41 WIB

Semester 2 Sudah Magang di Mahaka Media

Belum Lulus Sudah Jadi Banker, Mahasiswa UNM Tembus Bank Syariah Indonesia

25 Februari 2026 - 14:31 WIB

Belum Lulus Sudah Jadi Banker

Borong 13 Medali Taekwondo Mahasiswa UNM Tancap Gas di Liga DKI

25 Februari 2026 - 14:09 WIB

Borong 13 Medali Taekwondo Mahasiswa UNM Tancap Gas

Omzet Rp175 Juta per Bulan Mahasiswa UNM Bangun Bisnis Smartphone Sejak Kuliah

24 Februari 2026 - 12:00 WIB

Mahasiswa UNM Bangun Bisnis Smartphone
Sedang Tren di Berita